Terkait Bau Busuk, DPRK dan Medco Diduga Bodohi Warga Indra Makmu


author photo

8 Jul 2019 - 21.36 WIB


Aceh Timur --- Polemik bau busuk di sekitar wilayah operasi Blok A, PT Medco E&P Malaka, nampaknya hingga kini belum kunjung usai, meskipun pihak perusahaan mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mengakhirinya, namun kenyataannya polemik bau busuk itu masih menyisakan misteri dan tanda tanya.

Bahkan perusahan migas tersebut bersama DPRK Aceh Timur, diduga melakukan pembodohan terhadap warga sekitar, ditandai dengan tidak jelasnya ujung cerita dari bau busuk di PT Medco E&P Melaka.

" Mereka diduga melakukan pembodohan. DPRK Aceh Timur dan Medco tutup mata dan telinga, sejak pertemuan di DPRK hingga kini, belum ada kejelasan bagi masyarakat," kata Darwin Abdullah (Win Eng), aktivis yang memimpin sejumlah demonstrasi beberapa waktu lalu, Senin 8 Juli 2019.

Darwin menilai, PT Medco E&P Malaka terkesan tidak transparan menangani persoalan bau busuk di lingkungan perusahaan tersebut. Selain itu, pihak perusahaan juga diduga  tidak melibatkan perwakilan warga, dalam penelitian yang dilakukan tim IPB beberapa waktu lalu.

" Persetujuan keikutsertaan perwakilan warga kemarin di DPRK, disinyalir hanya formalitas saja, tapi kenyataannya mereka tidak dilibatkan," ketus Darwin.

Putera asli Indra Makmu tersebut mendesak pihak perusahaan dan DPRK Aceh Timur segera menuntaskan persoalan tersebut.

"DPRK jangan mandul, jangan tenang - tenang saja, sementara rakyat terus dibelit berbagai persoalan seputar perusahaan ini," pungkas Darwin menutup keterangannya.(R)
Bagikan:
KOMENTAR