Sudah 2 Tahun Kota Lhokseumawe Dibawah Pimpinan Suaidi Yahya Banyak Persoalan Yang Muncul


author photo

12 Jul 2019 - 01.04 WIB


Lhokseumawe – Dua Tahun Pasca di lantik Suaidi Yahya bersama Yusuf Muhammad terlalu lemah memafaatkan peluang. Sehingga banyak persoalan yang mencul di kota metro dolar hari ini, Kamis (11/7).

Banyak bangunan yang terbengkalai, dan masalah sampah yang berserakan termasuk juga permasalahan Air Bersih yang belum dapat di selesaikan sampai saat ini oleh walikota Lhokseumawe.

Selain itu masih banyak terdapat masalah seperti parkir liar yang tidak sesuai dengan Qanun, penatakeloaan kota yang belum sesuai dengan RTRW, dan fasilitas sanitasi yang dibangun sampai saat ini belum memadai, selain itu masih terdapat angka Inflasi tertinggi di Aceh yakni 0,64 pada April 2019. 

Harusnya pemerintah kota Lhokseumawe harus lebih jeli melihat peluang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Lhokseumawe, kita melihat diantaranya peluang yang ada belum dimafatkan secara maksimal untuk meningkatkan PAD kota Lhokseumawe. 

Salah satunya belum di kelola secara maksimal sarana yang telah di bangun di kota Lhokseumawe, misalnya pasar induk, pasar buah dan pabrik garam yang ada di Blang mangat dan sanitasi yang di bangun pun tidak dapat digunakan oleh masyarakat dan hanya mebuang anggaran saja.

Dalam penatakeloaan sampah pemerintah masih kurang masif dalam mempromosi lingkungan bersih dan sehat kepada masyarakat dan belum oktimal pelaksanaan qanun retribusi, parkir liar yang masih menjamur di kota Lhokseumawe hingga berdampak pada ketidak tercapaianya target PAD Kota Lhokseumawe, dalam tata kelola RTRW masih minimnya ruang terbuka hijau di kota Lhokseumawe,"paparnya.

Kita sungguh mendambakan gerak gesit pemerintah kota untuk mengejar ketinggalan dari kota dari kota lain yang ada di provinsi Aceh.

Dalam peningkatan PAD HMI berharap pemerintah mampu membaca peluang dan memamfaatkan suberdaya yang ada, melalui dinas terkait untuk lebih gesit dalam memajukan kota Lhokseumawe. Yang paling penting lagi penegakan syariat Islam di kota Lhokseumawe harus dilakukan dengan menyeluruh sehingga tidak terkesan tebang pilih atau padang bulu,"tegasnya. 

Kita berharap kepada Wali kota Lhokseumawe agar dapat membuat dan melakukan trobosan baru dalam tiga tahun terakhir masa kepemimpinannya sehingga nantinya kota Lhokseumawe menjadi kota metropolitan yang ada di Indonesia,"tutupnya dengan mengatakan begegas pak, tiga tahun waktunya tidak lama (R)
Bagikan:
KOMENTAR