Petani Aceh Utara Kembali Keluhkan Pupuk Bersubsidi Langka di Pasaran


author photo

12 Jul 2019 - 01.51 WIB


Aceh Utara --- Lagi lagi masyarakat mengeluh, akibat kelangkaan pupuk subsidi semakin menjadi kawasan kabupaten Aceh Utara Khususnya di kecamatan Tanah Luas dan Matang Kuli dan beberapa kecamatan lain, Kamis (11/7).

Zulkifli salah satu petani Gampang Punti, Kecamatan Tanah luas, kepada Radaraceh.com menyebutkan dirinya dan para petani lainya sudah sebulan lebih mencari pupuk yang berlel bersubsidi dari pemerintah itu.

Namun sampai saat ini tidak juga berhasil mendapatkannya. Para petani padi di Kabupaten Aceh Utara saat ini sudah memasuki musim tanam, Namun yang selalu menjadi kendala adalah kurangnya pasokan pupuk bersubsidi dari PT PIM untuk masyarakat Aceh Utara.

"Hal itu bisa langsung di cek ke toko resmi yang ada yaitu diantaranya Sumber Tani, Mata Tani, Pelara Tani, Lara Tani, Tiara Tani yang ada di kabupaten yang sampai saat ini belum menerima pasokan pupuk dari PT.PIM.

Setelah di lakukan pengecekan di Areal  PT.PIM pupuk urea bersubsidi yang suadah dimuat kedalam truk akan segara dibawa ke medan pada malamnya kata salah seorang yang namanya tidak mau di tulis oleh media ini.

Mengenai terbatasnya pupuk urea bersubsidi ini dikatakannya, setelah dirinya berkali-kali menerima keluhan dari masyarakat namun tak kunjung di berikan.

Petani membutuhkan pupuk urea sebanyak empat hingga enam sak dalam satu hektare pada pemupukan pertama. Kemudian pada saat tanaman berumur 57 hari, masih membutuhkan sebanyak empat sak,"paparnya.

"Satu sak itu kan ngak cukup dan masih ada pupuk lain yang dibutuhkan oleh petani tapi kalau urea yang bersubsidi langka ya kita harus dan terpaksa membeli yang non subsidi," kata zulkifli.

Tambahnya lagi saya tidak tahu kenapa setiap tahunnya pupuk bersubsi dari PT.PIM itu langka padahal pabriknya masih di Aceh Utara heran saya,"ucapnya sambil tersenyum.

Saat di hubungi humas PT.PIM melalui seluler pribadinya mengatakan akan melakukan pengecekan ke bagian pemasaran, dan menurutnya lagi. Pola pendistribusian pupuk bersubsidi sudah ada mekanismenya bagi setiap petani yang tergabung dalam kelompok tani, dan sudah ada RDKK dimana setiap petani yang mempunyai luas lahan 2 Ha mendapat jatah urea bersubsidi sebanyak 200 kg/ ha,"jelas Humas PT.PIM. (Ml)
Bagikan:
KOMENTAR