PAMSIMAS Desa Silatong Terbengkalai Diduga Ratusan Juta Uang Negara Terbuang


author photo

11 Jul 2019 - 11.25 WIB


Radar Aceh- Rabu (10/07) Beberapa pekerjaan pembangunan fisik dan pemberdayaan di Desa Selatong diduga tidak tepat sasaran,bukan itu saja program Kementerian PUPera bersama Kemendagri dan Kemekes pun terbengkalai.

Adalah Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota termasuk beberapa desa di Kab.Aceh Singkil (Asing) salah satunya Desa Selatong.

Beberapa warga desa Selatong Kec.Sp.Kanan Kab.Asing yang menyampaikan kepada Radar Aceh mengatakan program Pamsimas yang ada di desa mereka tidak berjalan sesuai harapan dan jauh dari cita-cita program tersebut yakni penyediaan air bersih.Sebab sampai hari ini air belum mengalir ke rumah warga lantaran ketidak tepatan posisi bak air dengan jarak kerumah warga (masalah teknis).Ditambah lagi kualitas air  diduga tak layak konsumsi.

Masih menurut beberapa warga yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan mereka kesal sebab program itu juga memakai dana Kontribusi Masyarakat yang diambil dari ADD total sebesar 130 juta rupiah. Perihal ini sudah pernah warga bahas bersama dengan Muspika Kec.Sp.Kanan pada Oktober tahun 2018 yang lalu.Pada saat itu menghasilkan perjanjian pihak Pamsimas dan Kepala Kampong Silatong berjanji diakhir Desember tahun 2018 program Pamsimas akan selesai hingga siap pakai warga dan jika tidak mereka akan siap dituntut kehadapan hukum negara.

Tapi apa kenyataannya sampai hari ini Juli 2019 program Pamsimas tidak kunjung selesai malah makin terbengkalai.

District Project Management Unit (DPMU) Asing Maizar yang dikomfirm Radar Aceh via handphone celular mengatakan program Pamsimas terdapat dana Kontribusi masyarakat minimal sebesar 20% dari total biaya RKM, dalam bentuk tunai (in cash) minimal 4% dan natura (in kind) minimal 16%, yang merupakan dana pendukung bagi pembiayaan kegiatan yang dibutuhkan oleh masyarakat, direncanakan oleh masyarakat dan dituangkan di dalam RKM.Itulah yang dikeluarkan dari ADD Silatong.

Maizar mengakui memang dari awal program Pamsimas di Desa Silatong tidak lakukan uji kelayakan lokasi/ geografis dan tidak lakukan uji laboratorium kualitas air.

Namun menurutnya bukan itu saja faktor yang membuat project ini jalan ditempat di Desa Silatong.Tapi faktor kerjasama warga Desa Silatong yang kurang baik.Malah baru-baru ini beberapa fisik bangunan Pamsimas dibakar warga ujar Maizar.

Sementara itu Kepala Desa Silatong Abdul Hakim yang ditemui mengatakan tidak benar yang dikatakan pihak Pamsimas jika baru 60 unit meteran air yang saya pasang dirumah warga.Yang betul 107 meteran dari 120 meteran yang wajib disediakan.Sisanya akan saya usahakan tahun ini ujarnya.

Sekretaris DPW PAKAR Aceh Kota Subulussalam I.Dedy angkat bicara terkait program tiga Kementerian RI tersebut yang mengatakan peran DPMU antara lain untuk mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kualitas seluruh kegiatan program, khususnya penyiapan, proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM).

Tentunya Aspek koordinasi pada tingkat kecamatan menempati posisi strategis dan penting terutama terkait dengan distribusi dan geografi desa/kelurahan sasaran di wilayahnya. Agar program tersebut berjalan baik efektif dan efesien.

Apa yang terjadi di desa Selatong harus jadi pembelajaran bagi semua tim pengelola kegiatan Pamsimas tingkat Kab Asing.
Kepada Bupati Asing sudah saatnya Bupati Asing bersama Bappeda selaku ketua tim mempertimbangkan kembali  SK DPMU,ujarnya.(ID)
Bagikan:
KOMENTAR