BPJS Ketenagakerjaan Sasar Perangkat Desa Kota Subulussalam


author photo

3 Jul 2019 - 13.13 WIB


Subulussalam --- Rabu (03/07) BPJS Ketenagakerjaan Cabang Perintis Tapak Tuan terus meningkatkan kepesertaan informalnya dengan menyasar aparat/perangkat desa se Kota Subulussalam. Tahun ini BPJS Ketenagakerjaan berharap seluruh aparat desa sudah terlindungi dengan dua progran mereka yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Perintis Tapak Tuan Mislina mengatakan, perangkat desa merupakan tenaga kerja yang bekerja sebagai penyelenggara negara dan termasuk sektor penerima upah, yakni sistem pemberian gajinya dianggarkan dalam APBDes.

"Karena itu, perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan seharusnya dapat dianggarkan melalui APBDes," katanya, saat acara Rapat Koordinasi Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Perangkat Desa Kota Subulussalam tahun 2019 di Gedung LPSE.

Para perangkat desa ini nantinya iuran mereka akan disesuaikan dengan upah minimun daerah Kota Subulussalam dengan kisaran Rp.15.750,-sampai Rp.16.000, namun sebelumnya akan diperkuat dalam payung hukum seperti apa pelaksanaan penarikan iuran dan lainya.

"Alokasi ini bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap aparat desa dan perangkatnya menyangkut perlindungan dan kesejahteraan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama mengatakan, perangkat desa masuk kategori tenaga kerja yang berhak mendapat perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan, sesuai ketentuan UU No.40 Tahun 2011 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Asisten I Setdako Subulussalam Sulisman mewakili Walikota Subulussalam mengatakan atas nama pribadi dan pemerintah daerah Kota Subulussalam menyambut baik program ini dalam rangka membantu perangkat desa yang mendapat musibah. Contohnya pada hari ini kita akan memberikan santunan secara simbolis kepada 5 orang ahli waris perangkat desa di kota Subulussalam yang baru-baru ini mendapat musibah.

Yakni 2 orang dari desa Penanggalan Barat,2 orang desa Kp.Badar,dan 1 orang dari desa Lae Mate.Besarannya sebesar 120 juta atau sekitar 24 juta rupiah perorang.Saat ini dari 82 desa yang ada di kota Subulussalam yang belum memdaftarkan perangkatnya ada 39 desa lagi.Sehingga kita berharap tahun ini semua desa yg ada sudah melaksanakannya,"ujar Sulisman.(ID)
Bagikan:
KOMENTAR