Balai Bahasa Aceh Adakan Rapat Koordinasi Pemantauan Program Konservasi - Revitalisasi Bahasa dan Sastra


author photo

18 Jul 2019 - 15.39 WIB


BANDA ACEH - Balai Bahasa Aceh adakan rapat koordinasi pemantauan program konservasi - revitalisasi bahasa dan sastra yang berlangsung selama sehari penuh di Aula Balai Bahasa Aceh, Kamis (18 Juli 2019).

Kepala Bidang Pelindungan, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Bahasa dan Sastra, Dr Ganjar Harimansyah mengatakan, bahasa indonesia memang lebih harus diutamakan secara resmi yang bersifat formal, secara langsung tidak formal sebaiknya dapat memulai berkomunikasi dengan bahasa daerahnya masing-masing.

"Balai Bahasa sudah melakukan penelitian hingga Papua ada beberapa bahasa daerahnya yang kini mulai hilang ketika dalam keseharian berbicaranya hanya berbahasa indonesia saja sehingga tidak ada lagi yang mulai terus berkomunikasi dengan bahasa daerahnya tersebut," ungkapnya.

Kepala Balai Bahasa Aceh yang diwakili langsung oleh Kabag TU Balai Bahasa Aceh, Agus Priatna SE Ak menyatakan, hasil survey lapangan khusus kalangan kaula muda sangat jarang berkomunikasi menggunakan bahasa daerahnya aceh, kejelasan pastinya masih belum terlalu jelas karena merasa malu atau ada yang tidak terlalu lancar saat terdengar dalam kesehariannya berbahasa aceh.

"Ada beberapa komunitas anak muda di Aceh yang masih terus menjaga dalam penggunaan berbahasa aceh keseharian, hal ini tentunya belum sampai tahap kekhawatiran," ujarnya.

Agus berharap, Pemerintah Daerah dapat mencanangkan penggunaan berbahasa aceh dalam seminggu minimal satu hari baik di Sekolah mulai dari tingkat SD dimana awal mula peningkatan bentuk karakternya agar penerapan berkomunikasi menggunakan berbahasa aceh daerahnya lebih lancar kesehariannya. (Ulan)
Bagikan:
KOMENTAR