Aktivis HAM, Ronny : Pemerintahan Rocky Diduga Diktator dan Sarat Korupsi


author photo

9 Jul 2019 - 09.55 WIB


Aceh Timur --- Aktivis HAM, Ronny Hariyanto, Mengatakan bahwa Pemerintahan Bupati Aceh Timur, Hasballah M.Thaib alias Rocky, sarat korupsi. Selain itu, dia juga menduga 2 periode pemerintahan tersebut digelar dengan gaya diktator.

"Fakta membuktikan pemerintahan Rocky sarat korupsi, buktinya banyak kepala dinas dan jajaran lainnya dibawah Rocky ditangkap mencuri, bahkan aroma busuk korupsi tercium dimana - mana, sedangkan pemerintahannya diduga digelar secara diktator" kata Ronny, 9 Juli 2019.

Namun menurut Ronny, Rocky lebih berhasil dibanding kepala daerah lainnya di Aceh dalam hal pembangunan infrastruktur, meskipun ronny menilai Rocky gagal total mensejahterakan rakyatnya.

" Tapi patut diakui, Rocky termasuk sangat rajin dan lumayan berhasil membangun Aceh Timur secara fisik dibanding kepala daerah lain di Aceh yang banyak menganggur, meskipun setiap proyek pembangunannya diduga berbau korupsi, sedangkan soal mensejahterakan rakyat, nampaknya Rocky gagal total," cetus Putera Idi Rayeuk tersebut .

Menurut Ronny, masyarakat Aceh Timur tidak merasakan kesejahteraan dalam 2 periode penerintahan rocky, sedangkan bantuan - bantuan kesejahteraan diduga banyak dimanipulasi.

" Sudah 2 periode, cuma kotanya yang dipoles, tapi rakyatnya banyak yang tetap miskin, bantuan seperti rehab rumah diduga  banyak dikemplang, raskin dan PKH tidak tepat sasaran, sedangkan segelintir orang di lingkar kekuasaan kekenyangan dan berlimpah harta, " ketus aktivis HAM tersebut.

Ronny juga menilai, Rocky tidak transparan menjalankan pemerintahannya, dan dia menduga hanya segelintir orang dekat penguasa tersebut yang menikmati hasil pembangunan dan kekayaan alam di Aceh Timur.

" Pemerintahan dijalankan tidak transparan, Kontribusi Medco tidak jelas, dan diduga proyek-proyek pembangunan pun banyak dimonopoli dari tingkat kabupaten sampai ke pelosok desa, jadi di Aceh Timur ini, jangankan orang kecil rakyat biasa, kontraktor saja menjerit tidak dapat kerjaan, akhirnya gulung tikar dan menggerutu di warung kopi," ungkap Ronny.

Ronny juga menduga, Rocky tutup mata dan pura - pura tidak tahu terkait banyaknya dugaan penyimpangan dibawah kepemipinannya di berbagai instansi, termasuk juga maraknya dugaan korupsi dana desa yang terselubung bagaikan kanker ganas.

" Diduga aroma korupsi itu menjalar kemana -mana bagaikan bau busuk dari bangkai yang disembunyikan dalam genggaman, di desa - desa juga begitu, dana desa habis, desanya tidak maju," ujar aktivis yang mengaku tidak tahan lagi menyaksikan berbagai penyimpangan yang selama ini terus berhembus namun terkesan tak terendus penegak hukum.

Kediktatoran pemerintahan Rocky tercermin dari rendahnya daya kritis masyarakat dan pegawai pemerintahan yang bekerja dibawah tekanan rasa takut.

" Sikap kritis masyarakat rendah, karena takut seolah ada hantu yang bakal menerkam jika mengkritik pemerintahannya, sedangkan pegawai yang kritis dan membangkang diduga banyak ditendang ke posisi dan daerah terpencil, tersisalah para penjilat yang berpesta pora, " ketus Ronny.

Dia menghibau penegak hukum lebih serius lagi membersihkan korupsi ditubuh pemerintahan Rocky, agar terwujud Aceh Timur yang adil dan makmur.

" Kalau penegak hukum benar - benar serius, pasti lebih banyak lagi kasus korupsi terungkap, dan pastinya lebih banyak lagi uang negara dapat diselamatkan untuk kesejahteraan rakyat," pungkas Ronny.

Ronny juga berharap Rocky kembali bekerja keras mensejahterakan rakyat dan membersihkan jajarannya dari dugaan kejahatan korupsi.

" Saya pikir masih ada waktu bagi Rocky memperbaiki segalanya," tutupnya.(R)
Bagikan:
KOMENTAR