Aceh Tuan Rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan PERAPI 2019


author photo

18 Jul 2019 - 15.25 WIB


BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT menyampaikan, Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi berlangsungnya pertemuan ilmiah tahunan PERAPI 2019 di Provinsi Aceh sebagai tuan rumah tahun ini.

"Peserta yang mengikuti pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan kesimpulan yang konkrit agar lebih terlatih lagi kearah menuju lebih maju," ujarnya disela - sela membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERAPI 2019 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (17 Juli 2019).

Ketua PERAPI Pusat, dr Budiman SpBP - RE (K), MARS mengatakan, kegiatan pekan tahunan ilmiah ini rutin diselenggarakan setiap tahun dengan melibatkan dokter dari luar negeri.

"Even ini juga sekaligus melangsungkan penanda tanganan kerjasama antara pihak PERAPI Indonesi bersama PERAPI Amerika dalam hal saling memberi sharing informasi dan kesepakatan kerjasama dibidang pendidikan," ungkapnya.

dr Budiman juga menyampaikan, bedah plastik tidak hanya untuk kecantikan, tentunya hal lain mengajarkan rekonstruksi memperbaiki kondisi tubuh yang sudah rusak akibat trauma, tumor dan cedera kecelakaan lainnya.

"Aceh hingga saat ini masih sangat minim hanya memiliki tiga dokter bedah plastik terbaik yang bertugas di RSUD ZA Banda Aceh diantaranya, dr M Jailani, dr Yos dan dr Mirna," ungkapnya.

dr Budiman berharap, kehadiran pusat pendidikan bedah plastik di Aceh sejak mulai tahun ini akan dapat menambah memenuhi estimasinya sesuai permintaan kedepan dalam penempatan posisi dokter bedah plasti yang ada didaerah Kabupaten dan Kota lainnya nanti.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Bedah Plastik Estetik dan Rekonstruksi Indonesia (PIT - PERAPI), dr Utama Abdi Tarigan menambahkan, sesuai kesepakatan bersama memilih putar giliran pertemuan tahun ini di Provinsi Aceh sebagai tuan rumahnya PERAPI Cabang Sumatera yang dikuti ratusan dokter terbaik dalam negeri maupun luar negeri.

"Saat ini kita sedang mengupayakan sinergi dalam perkembangan jumlah sumber daya manusia yang ada di Banda Aceh dengan mulai sejak tahun ini membuka prodi ilmu bedah plastik rekonstruksi dan estetik di Fk Unsyiah, selanjutnya akan disusul Medan, Semarang dan lainnya," ujarnya. (Ulan)
Bagikan:
KOMENTAR