Ketua Bem Umuslim: Mahasiswa NTB Jangan Campuri Pekara Aceh Urus Aja NTB Kalian


author photo

1 Jun 2019 - 19.55 WIB


Aceh --- Mahasiswa NTB jangan latah mengomentari terkait hebohnya isu Wacana Referendum di Aceh yang baru-baru ini muncul dari pernyataan Ketua Partai Aceh Muzakkir Manaf atau Lebih akrab disapa Muallem karena menilai bahwa pemerintah Pusat tidak serius menyelesaikan poin-poin Mou Helsinki, Sabtu (01/06).

Hal tersebut disampaikan Ketua Bem Fisip Umuslim Husnul Fuadi menyikapi aksi yang dilakukan oleh puluhan yang mengatasnamakan Mahasiswa NTB.

Bahkan MoU Helsinki yang sudah menjadi kesepakatan perdamaian pun masih diciderai oleh pusat pemerintahan sampai hari ini, hingga wajar ketika masyarakat Aceh memunculkan skeptisisme terhadap keberadaan NKRI untuk hal keadilan serta keterbukaan dalam menepati janji yang dibungkus dalam MoU Helsinki, kepada masyarakat Aceh. 

Akan tetapi, dengan pernyataan sikap dari aksi yang sekiranya dihadiri 10 orang dan mengatas namakan Mahasiswa NTB tersebut, yang menciptakan propaganda diantara masyarakat Aceh tersendiri. Aksi yang dikorlap oleh Syahrul Gunawan terkesan konyol ! 

Apalagi menyatakan harus menangkap sosok Muzakir Manaf, "Ken reutak-reutak awak kah yu pedrop Mualem, menyoe hana meuphom masalah" (bukan kawanan seperti kalian yang sesuka hati meminta adanya penangkapan untuk Muallem, jika tak tahu menahu persoalan Aceh). 

Lebih baik mereka (Puluhan Mahasiswa NTB yang melakukan aksi tolak Referendum Aceh) jangan dulu terlalu tendensius menyikapi perihal tersebut jika belum tahu menahu lebih detail terkait persoalan Aceh. Mungkin alangkah indahnya kalau kalian fokus saja dulu untuk mengawal daerah sendiri NTB yang masih banyak diterpa isu kasus korupsi.

Semua tetua kami di Aceh, termasuk Mualem, Zakaria Saman, Malek Mahmud, Zaini Abdullah, Irwandi serta semua tetua-tetua kami adalah orang yang paham dan sadar, bahwa dalam memperjuangkan Aceh untuk tetap sejahtera dan bahagia, adalah perjuangan sampai titik darah penghabisan. 

Mungkin para mahasiswa yang menggelar aksi tersebut dan menyandang nama aktivis, harus belajar dan baca buku lebih banyak lagi. Karena tidak ada yang tahu pasti untuk menjamin tentang kemungkinan yang akan terjadi di Aceh dengan realita saat ini.

Malahan dari Mahasiswa Aceh tersendiri belum melakukan aksi untuk mendukung permasalahan Referendum, karena permasalahan ini harus dikaji dari berbagai aspek, terutama dari masyarakat Aceh secara keseluruhan. 

Jadi, diharap untuk seluruh elemen masyarakat harusnya memahami persoalan ini secara objektif dan benar-benar dikaji secara serius, serta tidak menerima mentah-mentah setiap info atau tidak diprovokasi oleh materi dan lain-lain.(R)
Bagikan:
KOMENTAR