Gampong Blang Kubu Gelar Sosialisasi "Stunting" Perdana di Gandapura


author photo

26 Jun 2019 - 18.03 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Gampong Blang Kubu Kecamatan Gandapura menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting yang berlangsung di gedung Meunasah setempat, Rabu (26/6/2019).

Keuchiek Gampong Blang Kubu, Tgk Irwandi A Jalil dalam sambutan pembukanya, menyebutkan, "Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama P3MD Bireuen dan Gandapura, Dinkes Bireuen, Muspika Gandapura, DPMGPKB Bireuen, Puskesmas Gandapura, Bidan Desa, Kader Posyandu/ BKB dan masyarakat", 

"Kami ucapkan selamat datang ke gampong yang dalam status IDM 2019 tergolong desa Tertinggal dengan jumlah penduduk 326 jiwa dari 97 Kepala Keluarga. Semoga materi yang disampaikan nantinya bisa bermanfaat dan berjalan sukses. Terimakasih atas partisipasi semua pihak, terkhusus PLD setempat dan P3MD Gandapura," ujar Keuchiek Wandi.

Pada kesempatan yang sama Camat Gandapura, Ibrahim, S.Sos mengatakan, "semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan perilaku hidup sehat guna mencegah Stunting, dan kegiatan ini bagian dari realisasi Dana Desa yang telah di plot pada APBG 2019," katanya.

Dilanjutkan arahan oleh Juliadi, SE dari DPMG-PKB Bireuen, "Diharapkan kepada pemerintah gampong jangan sungkan mengalokasikan dana desa untuk bidang kesehatan, apalagi sudah di atur dalam Peraturan Bupati Bireuen Tahun 2019 terkait kegiatan stunting, pelatihan Kader Posyandu/ Kader Kesehatan dan sub bidang kesehatan lainnya yang bisa dianggarkan dalam APBG mencapai 50 juta. Kami apresiasi kegiatan ini semoga gampong- gampong lain bisa melaksanakannya," 

Sementara itu, Dinas Kesehatan Bireuen yang diwakili Ely Safri, S.SIT, turut memberi arahan terkait stunting yang dilanjutkan materi sosialisasi oleh Kepala Puskesmas Gandapura, dr.Emy Hendriani. 

Ia menjelaskan, Stunting merupakan sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang  (anak) seusianya. Penyebab utama stunting, adanya kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun," 

Lanjut  Emy, di Kecamatan Gandapura, dari 2460 jumlah estimasi anak tahun 2018 sebanyak 191 anak terindikasi stunting. Sedangkan di Gampong Blang Kubu dari 34 jumlah anak sasaran balita (estimasi 2018) hanya 1 anak yang terindikasi stunting, selebihnya 190 anak tersebar di 39 Desa lainnya.

Mukhlis Aminullah selaku Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD) P3MD Bireuen, dalam materinya mengemukakan, Kegiatan pencegahan stunting merupakan program nasional yang harus dilaksanakan di setiap desa. 

"Kegiatan yang tercantum dalam bidang kesehatan tersebut, selain dari Posyandu, Bina Keluarga Balita, Penyediaan air bersih, Jamban sehat, rumah layak huni dan sebagainya, itu termasuk dalam upaya pencegahan stunting di gampong. Kami selaku Pendamping Desa, baik di kabupaten, Kecamatan dan Pendamping Lokal Desa, siap memfasilitasi dan pendampingan kegiatan tersebut dan kegiatan lainnya dengan menggunakan Dana Desa," terang Mukhlis. 

Amatan media, puluhan masyarakat, kaum ibu dan anak- anak usia balita, Kader kesehatan, para Bidan Desa kecamatan setempat turut berpartisipasi mengikuti acara tersebut. [SR]
Bagikan:
KOMENTAR