Seorang Bocah Lingkar MedcoTerpaksa Dilarikan Ke Pukesmas


author photo

15 Mei 2019 - 08.06 WIB


Radaraceh.com l Aceh Timur - Bocah kelas 6 SD, Apdiansah (12) warga Desa Blang Nisam, kecamatan Indra Makmu, kabupaten Aceh Timur terpaksa dilarikan ke Pukesmas setempat akibat tercium bau menyegat yang diduga limbah PT Medco E&P Malaka Blok A. Senin, 13 Mei 2019 kemarin.

Tidak hanya itu, warga di sejumlah Desa lingkar Medco juga merasa sesak dan mual akibat bau yang menyegat, diantaranya juga ada yang mengalami muntah dan tumbang.

BACA JUGA: Kembali Bau, Warga Minta Medco Angkat Kaki Dari Aceh.

Suryanto (37), ayah dari Apdiansah kepada media ini mengatakan, bau menyegat itu tercium pada Senin siang kemarin, saat anaknya sedang di Kedai Alue Ie Mirah, akibatnya anaknya mengalami sesak hingga muntah-muntah. kata Anto. Selasa, 14 Mei 2019 kemarin.

"Pada saat malamnya anak saya mengalami demam dan terasa sesak hingga tengorokan sakit. Paginya saya bersama istri memutuskan membawa ke Pukesmas untuk memastikan kondisinya, karena hingga pagi itu dia masih mengalami sesak" ungkap Anto.

Menurutnya, setelah di periksa oleh dokter dan diberi obat anaknya diperbolehkan pulang. "Alhamdulillah, anak saya sudah baikan, namun masih terasa mual dan sakit di tengorokan." Jelas Anto.

Sementara itu, Manager Field Relations Blok A, PT Medco E&P Malaka, Dedi Sukmara, mengatakan perusahaan segera menindaklanjuti setiap laporan warga yang diterima dengan mengirimkan tim teknis ke area yang dilaporkan oleh masyarakat.

Terkait adanya laporan terbaru tentang kemunculan bau dari warga, pada Senin (13/5), Dedi mengatakan, pihaknya telah mengirimkan pekerja ahli ke wilayah Blang Nisam untuk melakukan pengecekan laporan tersebut. Selain itu, tim medikal perusahaan juga telah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk menindaklanjuti informasi warga.

Dedi Sukmara mengatakan, sebelumnya informasi ini juga telah diteliti oleh pihak Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan tim dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral pada tanggal 2-3 Mei 2019 yang lalu.

"Gampong sekitar wilayah operasi dari hasil pengecekan dinyatakan bahwa kadar udara dalam batas aman dan tidak ditemukan gas beracun yang terdeteksi oleh alat multi gas detector," kata Dedi.

Dia menambahkan, perusahaan akan melakukan rekomendasi dari hasil tim peneliti. (Romy)
Bagikan:
KOMENTAR