LSM KANA Minta Kejati Aceh Usut Pengadaan Komputer UNBK Aceh Timur


author photo

22 Mei 2019 - 04.45 WIB


Radaraceh.com | Aceh Timur -  Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kominitas Aneuk Nanggroe (KANA), Muzakir meminta Kejaksaan Tinggi Aceh mengusut proyek Komputer Bantuan untuk UNBK di Aceh Timur.  

Menurut Muzakir, selain ada kejanggalan dalam penyaluran 439 unit komputer tersebut, para peserta UNBK atau sekolah penerima tidak dapat mempergunakan padan saat pelaksaan UNBK.  

Dikatakan,  dari 24 SMP yang mendapatkan bantuan komputer hanya 14 SMP yang masuk katagori Mandiri sebagai pelaksana UNBK,  sedang 10 SMP lainnya terpaksa menumpang disekolah lain.  

" Ini patut dipertanyakan dan dicurigai adanya penyimpangan,  pasalnya pengadaan komputer untuk 24 SMP , tetapi hanya 14 SMP yang dapat melaksanakan UNBK,  ini perlu diusut segera ". Pinta Muzakir

Muzakir menambahkan,  mengingat proyek pengadaan Komputer tersebut diawasi oleh pihak Kejari Idi dan Polisi mulai dari pembelian hingga penyaluran ke sekolah sesuai keterangan Kabid Pembinaan SMP Dikjar Aceh Timur,  Muslim, maka Kejati Aceh harus mengusutnya. 

Dugaan kuat ada penyimpangan pada proyek ini,  dimana ratusan komputer yang nilai harganya mencapai setengah triliun lebih tersebut sempat dibongkar (diinapkan)  disebuah rumah kosong di Kota Langsa selama dua hari satu malam. 

Seperti diberitakan sebelumnya,  Komputer sebanyak 400 unit dan komputer selver sebanyak 39 unit yang diperuntukkan untuk peserta UNBK SMP tahun 2019 diduga diselewengkan oleh oknum Dikjar.  

Berdasarkan keterangan kabid perencanaan Dikjar Aceh Timur,  Iskandar komputer tersebut dibongkar di sebuah rumah di Langsa karena tibanya dini hari sekitar Pukul 03.00 wib.  Sehingga Iskandar memerintah supir untuk mengbongkar sementara di tempat yang aman.  

Anehnya supir pengantar memilih rumah milik Ely yang dikontrak hanya satu bulan oleh oknum dikjar Aceh Timur,  rumah tipe 36 tersebut letaknya berdekatan dengan rumah pegawai kontrak dikjar setempat atas nama Feri dan Bendahara Dikjar Ramli.  

" Tidak ada hubungan dengan rumah itu,  karena di Kantor di Idi tidak ada yang menerima malam hari,  maka saya minta dibongkar ja dulu ditempat yang aman di kota Langsa,  kemudian  besok hari baru diantar ke sekolah yang dituju ". Kata Iskandar waktu itu. 

Akan tetapi keterangan Iskandar sangat bertolak belakang dengan keterangan Kabid Pembinaan SMP,  Muslim dan Ad warga Paya Bujok Seuleumak Kota Langsa yang diminta jasanya untuk jaga malam dirumah tempat  Komputer dibongkar.

Ad mengatakan komputer itu tiba sekitar pukul 8.00 pagi,  bukan pukul 03.00 seperti keterangan Iskandar,  dan begitu juga halnya keterangan Muslim yang mengatakan komputer diantar langsung ke kantor Dikjar,  tidak pernah dibongkar di Langsa atau tempat lain. 

Sementara itu  Pihak kejaksaan Negeri Idi yang dikonfirmasi melalui kasie intel Andi Mulana dan Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro  terkait keterlibatan kedua instansi penegak hukum itu, keduanya memilih 'diam' seribu kata. Pesan konfirmasi yang dikirim via Whatshap hanya dibaca tanpa ada balasan.  
 (Romy/ISDA)
Bagikan:
KOMENTAR