Komputer Bantuan di Aceh Timur Diduga Diselewengkan?


author photo

19 Mei 2019 - 16.40 WIB


Radaraceh.com | Aceh Timur - Komputer bantuan untuk 24 SMP di Aceh Timur sebanyak 400 unit dan komputer selver sebanyak 39 unit yang diperuntukkan untuk peserta UNBK diduga diseleweng oleh onknum Dikjar setempat.  

Pasalnya ratusan komputer yang harganya belasan juta tersebut sempat 'diinapkan' disebuah rumah kosong di komplek perumahan hutan lindung Kota Langsa selama dua hari satu malam. Persisnya dibelakang rumah Ramli,  benhara Dikjar.  

Informasi yang diperoleh, ratusan komputer tersebut diantar menggunakan dua unit mobil box yang diperkirakan berjumlah berjumlah sekitar 360 Unit, dan dibongkar dirumah kosong milik Ely, pegawai pemko Langsa di Dusun Bukit,  Gampong Paya Bujok Seuleumak,  Langsa Baroh, Kota Langsa. 

Ely, yang dihubungi media ini membenarkan rumahnya telah dikontrak selama satu bulan oleh pegawai Dikjar Aceh Timur,  namun Ely tidak tau kalau digunakan untuk menyimpan komputer UNBK. Ely malah mengaku batas kontrak rumahnya sudah habis, tapi kunci rumahnya belum dikembalikan. 

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dikjar Aceh Timur,  Muslim, membantah kalau komputer untuk UNBK tersebut sempat 'diinapkan' disebuah rumah di kota Langsa.

"Tidak benar, komputer itu dari Medan langsung dibawa ke Dinas pendidikan Aceh Timur". Bantah Muslim.  

Menurut Muslim,  pengadaan ratusan komputer  tersebut dilakukan melalui pembelian online atau simtem E Katalog, dan mulai dari pengadaan sampai penyaluran ke 24 sekolah diawasai oleh pihak kejaksaan dan pihak kepolisian hingga selesai penyerahan semua.  

Pernyataan Muslim,  dibantah oleh Ad,  Warga Paya Bujok Seuleumak,  Langsa,  menurut Ad dia ikut membongkar komputer dan jaga malam untuk mengamankan komputer tersebut dengan upah bongkar Rp 100.000 dan upah jaga malam Rp 100.000.

Menurutnya,  komputer diantar dengan dua mobol box,  dan  tiba sekitar pukul 8.00 pagi, sayangnya Ad tidak ingat tanggal dan hari serta jumlah komputer yang dibongkar dari dua mobol Box tersebut.  

" Kalau tidak salah sekitar 360 unit saya bongkar, dan informasi dari supir waktu itu ada lagi masuk susulan,  tapi saya lihat tidakk ada," Kata Ad.

Ditambahkan Ad,  setelah berada dua hari satu malam dalam rumah tersebut,  komputer itu diambil kembali dan Ad ikut muat ke dalam truk  dengan upah yang sama yakni Rp 100.000. Lagi-lagi Ad tidak tau komputer itu dibawa kemana. (Romy)
Bagikan:
KOMENTAR