Kembali Bau, Warga Lingkar Tambang Minta Medco Angkat Kaki Dari Tanah Aceh


author photo

13 Mei 2019 - 17.05 WIB


RADARACEH.COM l ACEH TIMUR - Kesengsaraan warga lingkar tambang PT Medco E&P Malaka seakan dipandang sebelah mata oleh perusahaan gas besar tersebut, Pasalnya bau menyengat sebulan terakhir semakin parah, Senin 13 Mei 2019.

Bau Gas yang diduga milik PT Medco E&P Malaka hingga sekarang belum bisa diatasi oleh Perusahaan itu, Akibatnya Masyarakat lingkar tambang harus terkena imbasnya karena bau yang sangat menyengat hingga menyerang pernafasan Masyarakat sekitar. Selain itu, warga juga mengalami muntah, pening dan sesak.

Salahsatu Masyarakat lingkar Tambang PT Medco E&P Malaka ,Murni, warga Desa Alue Ie Mirah Mengatakan bau Gas tersebut sudah menyerang pernafasan seperti sesak dan muntah-muntah.

''Sampai Hari ini bau Gas busuk sudah sangat parah karena sudah ada yang pingsan dan muntah-muntah, Jika ini terus berlarut dan tidak bisa diatasi oleh perusahan, kami berharap PT Medco angkat kaki dari tanah Aceh ,Kami ingin hidup tentram,'' Kata Murni.

Mantan Aktivis GeupeGom, M Nuraki mendesak Keuchik di tiga belas Desa di Kecamatan Indra Makmu agar menyatakan sikap terkait bau limbah tersebut yang telah merusak kenyamanan warga, sehingga menimbul kepanikan terhadap masyarakat.

"Kita harap para Keuchik dan muspika agar duduk bersama dan menuntut Medco supaya menyelesaikan persoalan ini segera mungkin, karena ini menyakut dengan kenyamanan dan kesehatan warga Lingkar Tambang." citusnya.

Tokoh pemuda Indra Makmu ini menilai,  sejauh ini belum ada itikat baik PT Medco terhadap warga yang menjadi korban akibat bau tersebut,  menurutnya Perusahaan segera membentuk atau menurunkan tim kesehatan khusus untuk menangani korban.  

"Kita melihat PT Medco terkesan seperti tidak peduli dengan korban,  sejauh ini tidak ada penanganan serius yang dilakukan perusahaan". Ujar M Nurlaky.

Sementara itu, Ketua Farum Keuchik Indra Makmu, Rusli dihubungi media ini mengatakan, bahwa pihaknya sudah melaporlan terkait keluhan warga kepihak Muspika, bahkan sampai ke pihak Kabupaten Aceh Timur.

"Saya sabagai kepala Desa telah melaporlan kepada Muspika dan kepihak kabupaten" kata Rusli yang juga Keuchik Desa Balang Nisam, kecamatan setempat.

Selain itu, Camat Indra Makmu, Edy Syahmulia mengatakan terkait bau gas tersebut sudah dilakukan investigasi oleh tim pemerintah Kabupaten dan Provinsi.

"Saat ini hasilnya sedang di evaluasi di tingkat kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup" tulisnya singkat melalui pesan WA.

Sementara Humas PT Medco, Hamid yang dihubungi Media ini mengatakan mengecek terlebih dahulu kelapangan.

''Saya Lagi Off kita check dulu ke lapangan '' Kata Hamid 

Hingga berita ini ditayangkan Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup ,Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Kabupaten Aceh Timur Belum bisa dikonfirmasi Media Ini. (Romy)
Bagikan:
KOMENTAR