Inspektorat Aceh Utara Hindari Wartawan Saat Komfirmasi Temuan di SKPK


author photo

15 Mei 2019 - 14.15 WIB


Aceh Utara --- Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tahun 2017 menganggarkan belanjar barang dan jasa sebesar Rp.39.139.040.823,00 dengan realiasasi sebesar Rp.31.392.418.386,00 atau 80,20 persen, Rabu (14/05).

Dalam anggaran tahun 2017 Dinas pekerjaan umum dan penata ruang merealisasikan sebanyak 50 kontrak normalisasi sebesar Rp.7.206.162.000,00, dengan anggaran sebesar Rp.27.601.822.781,16 dan realisasi Rp.21.881.443.250,00 atau 79,27 persen.

Dari informasi yang diperoleh media ini bahwa calon penyedia barang dan jasa normalisasi sebenarnya sudah direncanakan dan ditentukan oleh kepala dinas terkait dan diduga ada usur kolusi.

Dari temuan BPK, PPK dinas pekerjaan umum  dan penataan ruang melakukan survei harga pasar dua kali namun pada perusahaan yang sama yaitu PT AM 3000 G pada survei tersebut, PPK mendapat harga pasar sebesar Rp.400.000,00/jam untuk sewa excavator harga tersebut sudah biaya bahan bakar, operator dan biaya lain.

PPK Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang menggunakan harga dari konsultan perencana yaitu Rp.638.529.,66/jam dan sudah mempehitungkan biaya bahan bakar operator dan biaya lainnya. Dan dari hasil komfirmasi BPK kepada  PT AM 3000 G mendapat keterangan Rp.200.000,00/jam diluat operator dan bahan bakar.

PPK berpendapat lebih condong  kapada hasil perencanaan konsultan perencana  karna dibuat oleh yang ahli dibidangnya, meskipun harga tersebut lebih tinggi dari hasil survei pasar yang dilaksanakan. PPK Dinas kelautan dan perikanan menyusun HPS berdasarkan rujukan dari Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang dan diketahui  mengalami kondisi serupa.

Maka diduga kuat adanya indikasi korupsi pada kegiatan normalisasi pada dua SKPK yang melebihi standar harga yang ditetapkan sebesar Rp.981.745.059,56.

Saat dihubungi kepala inspektorat Aceh Utara Salwa, mengatakan temuan normlisasi tahun 2017 yang diduga mark up harga sudah dikerjakan kembali, dan sudah selesai dekerjakan dengan mengerjakan pekerjaaan lain begitu kata BPK kesaya dan itu sudah dipertanggungjawabkan, panjang kali pertanyaannya besok ke kantor kita liat dan langsung mematikan selulernya (A,007).
Bagikan:
KOMENTAR