Senator H. Fachrul Razi, MIP di DPD RI dan Lahirnya Pemimpin Muda Aceh (SPMA)


author photo

5 Apr 2019 - 00.31 WIB


Oleh: Mukhsin


Seirirng dengan perkembangan zaman, dimana sekarang kita berada di zaman Revolusi Industri 4.0 yaitu zaman dimana hampir semua pekerjaan yang biasanya di lakukan oleh manusia sekarang bisa saja di alih fungsikan supaya bisa  dikerjakan oleh mesin. 

Bukan sebuah hal yang mustahil apabila nanti kedepannya di negara kita Indonesia umumnya dan khususnya di aceh sudah tidak dibutuhkan lagi tenaga kerja manusia karena minimnya lapangan pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja manusia, hal ini bisa saja di sebabkan oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih. 

Berbicara masalah teknologi, Senator muda asal Aceh Fachrul Razi, MIPsangatlah jenius dalam hal memanfaatkan teknologi. Pasalnya menurut di lansir di LINTAS ACEH.COM, beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan agustus 2018 dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1439 H, Magister Ilmu Politik lulusan Universitas Indonesia (UI) ini meluncurkan kartu Pemimpin Muda Aceh multi fungsi.

Sesuai dengan namanya yang multi fungsi, kartu sakti ini memiliki banyak kegunaan diantaranya, dapat digunakan sebagai alat pembayaran tol, kereta, parkir, bayar busway, isi bensin serta alat transaksi dalam berbelanja. 

Senator H. Fachrul Razi, MIP, yang juga pendiri SPMA,sebagai pencetus lahirnya kartu cerdas itu, mengatakan bahwa lembaga yang dibentuknya aktif melakukan inovasi dan kreatifitas para generasi muda Aceh yang luar biasa namun kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Sayangnya di aceh sendiri masih jarang menggunakan fasilitas E-Money,namun dirinya yakin melalui SPMAakan mulai ada perkambangan dan perubahan mainset dengan menggunakan teknologi canggih dalam bidang pembayaran. 

Fachrul Razi, MIP juga bertekad untuk mendesak pemerintahan dan lembaga terkait untuk menerapkan sistem kartu multi fungsi ini. 

Bukan hanya untuk menerapkan sistem teknologi tapi juga manfaatnya untuk mengurangi pungli, atau korupsi pada saat pembayaran. Kartu ini juga merupakan sistem pembayaran yang  cepat dan sederhana dengan menggandengkan Bank terkemuka, karena kedepannya kartu Pemimpin Muda Aceh ini juga akan di fasilitasi dengan fungsi ATM, tetapi masih dalam proses kerja sama.

Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) merupakan sebuah lembaga penyediaan wadah guna menyalurkan minat bakat para alumni dan pemuda – pemuda aceh juga terus berkembang, seperti adanya SPMA Enterpreneur Center,  Languages Center, Anti Narkoba Center, Camp and Training Center, serta di bulan agustus 2018 lalu, SPMA resmi melahirkan Satuan Gerakan Anti Korupsi dan Advokasi Rakyar (SANGKAR).
 
Senator H. Fachrul Razi, MIP yang juga pendiri SPMA ini memaparkan, semua alumni SPMA berhak memiliki kartu sakti ini dengan foto yang jelas tertera di kartu tersebut, dan ini bisa menjadi salah satu bentuk identitas sebagai alumni SPMA. 

Bagi yang ingin bergabung, dirinya meminta agar bersabar karena akan terbentuk  terbentuk di 23 kabupaten/kota dan juga InsyaAllah akan ada di luar Aceh.

Dengan adanya terobosan – terobosan ini, beliau berharap para calon Pemimpin Muda Aceh masa depan ini akan siap mengikuti zaman serta kuat dalam mengikuti derasnya arus globalisasi dan menguasai teknologi. 

Karena lembaga ini juga sedang menyiapkan program penjualan produk – produk unggulan aceh dengan menyiapkan aplikasi penjualan online yang sedang dalam tahap pengembangan, untuk meningkatkan kemampuan ekonomi pada generasi muda aceh hari ini dan masa yang akan datang.
 
(Peserta ke 3 Lomba Menulis Profil Senator Fachrul Razi)

Penulis adalah Mukhsin, putra Aceh Utara yang beralamat di Alue Tingkeum, Kec. Lhoksukon, Kab. Aceh Utara. Saat ini sebagai Santri/Mahasiswa. No Hp: 0822 6798 6096
Bagikan:
KOMENTAR