Gelar Diskusi Publik, Ikapa: PT EMM Silahkan Angkat Kaki


author photo

11 Apr 2019 - 12.55 WIB


Ikatan Pemuda Aceh --- Bandung (IKAPA) menggelar diskusi publik bertajuk 'Kasus PT. EMM: Pemerintah Aceh Dipihak Siapa?' di Waroeng Surabi (WS) Setiabudhi, Kota Bandung, Rabu (10/4/2029). Adapun yang dibahas pasa diskusi tersebut seputar alasan PT. EMM kenapa harus ditolak, seperti dambak sumber daya alam yg tercemar, potensi bencana ekologis, hingga potensi konflik sosial masyarakat setempat. 

Kabid Advokasi Ikapa, Harisul Amal selaku pembicara mengatakan bahwa diskusi publik tersebut dilakukan sebagai respon terhadap tindakan represif aparat kepada mahasiswa yang sedang melakukan aksi PT. EMM. "Ini suatu kemunduran dalam demokrasi, dimana kebebasan dalam berpendapat dicederai dan diperkosa," ujarnya selepas diskusi. 

Selain itu, ia mengatakan bahwa diskusi dilakukan sebagai dukungan moral bagi mahasiswa di Aceh. Bahwa mahasiswa Aceh tidak sendiri. Ia mengungkapkan, anak-anak Aceh yang sekolah diluar Aceh masih peduli dengan permasalahan yang ada di Aceh. 

Diskusi tersebut merupakan langkah awal. Selanjutnya, IKAPA akan melakukan aksi solidaritas yang direncanakan akan dilakukan pada Jumat, (12/4/2019). "Selanjutnya, pada Jumat kita akan melakukan aksi solidaritas di depan gedung Asia-Afrika, di kota Bandung. Aksi solidaritas ini akan kita lakukan serentak di beberapa kota seperti di Jogja, Malang, Jakarta, dan di Bandung sendiri." Ungkapnya. 

Ketua IKAPA, Nahar Fazlan mengungkapkan sikap dari IKAPA terhadap PT.EMM. Ia mengatakan, IKAPA menolak kehadiran PT. EMM karena akan merugikan kelestarian lingkungan. IKAPA juga mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap demonstran, apapun alasannya. 

"Yang ketiga, kami meminta gubernur Aceh dalam hal ini Plt pak Nova untuk membuktikan bahwa dia pro terhadap rakyat minimal menemui demonstran dan menuntut agar pemerintah daerah mengambil tindakan secara cepat dan tepat." Tutupnya ketika ditemui selepas diskusi di Waroeng Surabi, Setiabudhi, kota Bandung. 

Oleh: Kominfo Ikapa
Bagikan:
KOMENTAR