DPRK Atam Gelar Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka HUT Aceh Tamiang Ke 17


author photo

14 Apr 2019 - 19.34 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang laksanakan rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Aceh Tamiang ke 17 tahun, Acara berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRK Aceh Tamiang. 

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon SH dalam sambutannya mengatakan, permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya atas penerimaan kami yang mungkin tidak sebagaimana layaknya dikarenakan keterbatasan kapasitas ruangan sidang utama ini untuk menampung seluruh undangan.
"Sehingga diantara Bapak/Ibu yang sepantasnya duduk di VVIP  terpaksa duduk di VIP A atau VIP B, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya."Ucapnya. Selasa (09/04) lalu

Dia juga menambahkan, berdasarkan laporan sekretaris sekretaris dewan bahwa anggota dewan yang hadir dan telah menandatangani daftar hadir sejumlah 20 orang dengan demikian rapat paripurna istimewa pada hari ini telah dapat dilaksanakan.
"Rapat paripurna istimewa dengan agenda memperingati hari ulang tahun Kabupaten Islam yang ke 17 tahun 2019 dibuka dan terbuka untuk umum," Ujar Fadlon.

Peringatan 17 tahun  Kabupaten ini sejatinya merupakan wujud rasa gembira dan syukur kita kepada Allah dan pada para pencetus berdirinya kepada kabupaten ini, di samping itu  momentum ulang tahun ini menjadi dasar evaluasi dan intropeksi diri untuk melakukan dan memberikan yang terbaik untuk kemajuan kabupaten aceh tamiang.

"Dibawah pimpinan bupati dan wakil bupati saat ini, diharapkan akan membawa kabupaten ini menuju masyarakat yang maju, sejahtera, adil dan makmur,"Harap Ketua DPRK, Fadlon yang menggunakan baju Teluk Belanga berwarna merah.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil SH l. MKn  dalam pidatonya mengatakan, Pada tanggal 10 April 2019 Kabupaten Aceh Tamiang  memasuki usia 17 tahun, usia yang bagi sebagian kalangan sangat istimewa karena pada usia tersebut dianggap sebuah pintu gerbang perubahan dari seorang anak menuju kehidupan orang dewasa.

"Usia 17 berarti menjadikan kita untuk mulai memikirkan masa depan menggapai cita-cita dan menjadi mencari jati diri sejenak kita memahami mengenai upaya perjuangan para pendiri dalam mengusulkan pembentukan Kabupaten Aceh Tamiang,"Terangnya.

Ia juga menjelaskan, perjuangan untuk berdiri sebagai sebuah Kabupaten telah digalakkan sejak tahun 1957, terlebih lagi usulan tersebut didorong semangat yang lebih kuat dengan keluarnya TAP MPRS hasil Sidang Umum ke-4 tahun 1966 tentang pemberian otonomi yang seluas-luasnya.

"Perjuangan tersebut sempat terhenti dikarenakan dinamika politik dan situasi keamanan pada saat itu setelah beberapa waktu berselang semangat tersebut muncul kembali dan pada akhirnya beranjak dari keinginan menuju daerah otonomi yang lebih Mandiri,"Cetus Mursil.

Beberapa tokoh masyarakat yang mengajukan pemekaran kepada pemerintah pusat dan setelah melalui proses yang panjang akhirnya pada tanggal 10 April 2002 lahirlah Kabupaten Aceh Tamiang melalui undang-undang nomor 4 tahun 2002 tentang pembentukan kabupaten Aceh Barat Daya kabupaten Gayo Lues Kabupaten Aceh Jaya Kabupaten nagan raya dan kabupaten Aceh Tamiang di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

"Di hari ulang tahun Kabupaten Aceh Tamiang ke-17 tahun 2019 ini mengambil tema  Tamiang membangun Mandiri dan islami,  dimana semua pihak membangun kebersamaan sinergitas dan partisipasi seluruh komponen daera dan  Insyaallah berbagai hambatan dan kendala akan dapat kita atasi bersama jika kita bersatu,"Ujar Bupati.

Lebih jauh mursil juga menjelaskan, program 1 tahun kerjanya tanpa terasa mengalir cepat dengan banyak hal yang secara bersama-sama harus kita sempurnakan lagi,  sebagaimana penjabaran visi dan misi kami Dinul Islam harus kita bangkitkan kembali.
"Apapun kita usahakan hasilnya tetap kita kembalikan kepada Sang Khalik jika kita Bersandar kepada Allah maka Allah akan menurunkan bantuannya bahkan menyelamatkan kita dari hal-hal yang tidak kita duga,"Ungkapnya.

Untuk itu mari kita budayakan kembali syariat Islam di usia 17 kabupaten ini, di masa kedua tahun pemimpinan kami telah difokuskan untuk penataan kota Kuala Simpang dan lanjutan pembangunan masjid agung Kabupaten Aceh Tamiang.

"Di samping program program prioritas lainnya untuk itu kami mohon dukungan dari segenap stakeholder dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu mensukseskan program ini membangun daerah menjadi lebih baik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan melainkan butuh perjuangan dan sinergitas dengan semua elemen baik eksekutif legislatif maupun yudikatif dan yang lebih penting lagi adalah dukungan masyarakat yang sangat dibutuhkan karena kami saat kami menyadari membangun daerah tidak bisa dilakukan tanpa dukungan dari semua elemen masyarakat,"Imbuh Bupati Aceh Tamiang.

Lanjut Bupati, terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRK Aceh Tamiang serta seluruh jajaran sekretariat sehingga Paripurna istimewa ini terselenggara dan tidak lupa pula kepada para tokoh pendiri Kabupaten Aceh Tamiang panitia pemekaran pada mantan kepala daerah beserta wakil dan telah melahirkan dan membesarkan Tamiang sehingga seperti saat sekarang ini.

"Kita memahami bahwa Dinamika Pembangunan berputar demikian cepat kita tidak boleh terlena dan ketinggalan dunia telah berubah maka kita harus mengikuti perkembangan zaman jika jika kita tidak berubah maka zaman yang akan menggilas kita Mari kita mengoptimalisasikan seluruh sumber daya dan upaya untuk tetap bersinergi dalam mencapai tujuan bersama Jangan hanya jadi penonton apalagi komentator yang hanya bisa berbicara tanpa berbuat apa-apa Mari kita gerakan ekonomi kerakyatan orang pintar Memanfaatkan peluang namun yang cerdas selalu menciptakan peluang serta berpikir positif,"Ucap  H.Mursil SH.MKn.

Dalam acara tersebut turut dihadiri, Unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Tamian, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ketua DPRK Aceh Tamiang serta jajarannya, Dandim 0117/Atam serta jajarannya, Kapolres Aceh Tamiang, Kspala BNNK Atam, Kepala Kejaksaan Negeri Atam, Ketua Pengadilan Negri Kuala Simpang, Ketua Mahkamah Syari'ah Atam, ketua MPU dan MAA Aceh Tamiang, Bupati dan Ketua Aceh Timur, Wali Kota dan Ketua DPR Kota Langsa, Bupati dan DPRD Kabupaten Langkat, Bupati Sumbawa Barat dan mswakili, para Kepala Perangkat Daerah Lingkungan pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, para Camat dan unsur Forkopimcam Kabupaten Atam, Pimpinan BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta dan Instansi Vartikal, para undangan dan Insan Pers.[] zul
Bagikan:
KOMENTAR