Untuk Bangun Jalan Tol Aceh Makam Syuhada Terpaksa Dibongkar


author photo

18 Mar 2019 - 14.34 WIB


Aceh Besar | Demi kelancaran pembangunan jalan tol sibanceh (Sigli-Banda Aceh), makam syuhada yang merupakan situs sejarah di gampong pakuk dibongkar dan dipindahkan ke lokasi baru yang tidak jauh dari perkampungan, "ujar Suherman warga gampong pakuk kecamatan kuta Cot Gliee, Senin (18/03/2019).

Tampak sejumlah keluarga dari almarhum syuhada hadir dalam prosesi pemindahan makam syuhada atau yang akrab disapa kubu syahid oleh warga gampong pakuk. 

Makam syuhada yang sudah bekisar 60 tahun lebih itu dibongkar setelah dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh teungku Abu Bakar selaku imum Gampong. 

Hajah Ermawati selaku pihak keluarga makam Syuhada yang tinggal di kecamatan montasik gampong warabo, Mengutarakan bahwa almarhum wafat pada masa perang DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) yang ada di Aceh Besar pada 60 tahun yang lampau. Tepatnya alamarhum wafat di gampong lampisang, lalu di kebumikan ke perbukitan gampong pakuk tepatnya di bate dua. 

Turut hadir dalam pemindahan tersebut warga bersama kedua keuchik gampong pakuk keuchik lama Bapak Muhammad yang sempat memimpin selama 3 periode yaitu 15 tahun, dan Teungku Saifullah selaku Keuchik yang sedang menjabat dan sudah berjalan 5 tahun.

Untuk biaya pemindahan makam Syuhada, Hajah Ermawati mengatakan biayanya sebesar Rp.3 Juta rupiah ditanggung oleh PT AdhiKarya yang sudah diserahkan melalui keuchik gampong pakuk yaitu Teungku Saifullah. Hal itu dibenarkan oleh Edi Syahputra dari pihak PT AdhiKarya yang ikut hadir dalam prosesi pemindahan makam syuhada. Namun Edi Syahputra tidak mengetahui kepastian Nominal biaya pemindahan makam Syuhada.

Menurut keterangan dari pihak keluarga makam syuhada, bahwa akan diadakan syukuran setelah selesai pemindahan makam syuhada diperbukitan bate dua yang terkena pembangunan jalan tol melalui gampong pakuk.

Sangat mengharukan, penelusuran wartawan media ini, ternyata makam syuhada itu disebutkan T. Samsul Alam selaku Menantu almarhum Husen yang syahid pada masa DI/TII 60 tahun silam,  bahwa dalam makam yang sedang digali tersebut ada dua mayat syuhada,  yaitu almarhum Hasan dan Husen yang Syahid dalam waktu bersamaan pada saat bertempur dimedan perang tepat nya di Gampong Lampisang Aceh Besar. 

Namun saat ini keluarga dari kedua Almarhum (Syuhada) Hasan dan Husen sudah ridha untuk dipindahkan makam  ketempat baru yang berlokasi di pemukiman gampong pakuk tepatnya di pemakaman pribadi keluarga Teungku Saifullah (Keuchik Gampong Pakuk).

Tampak Mayat syuhada yang ditemukan lebih dahulu kerangka kepala yang utuh bersama sejumlah gigi yang tampak tersenyum, dan satu butir kancing baju pasukan tentara kata Ali Murtadha warga yang juga ikut menyaksikan prosesi Pemindahan makam Syuhada. 

Bahkan sejumlah warga mengatakan mencium bau harum saat ditemukan mayat syuhada. Begitu juga dengan penggali kubur mengatakan bahwa mayat syuhada adalah mayat orang baik yang baru ditemukan, pasalnya karena tidak pernah ditemukan kerangka mayat yang utuh seperti ini,  kata Syamsuar selaku penggali makam.

Bahkan tampak ditemukan pada mayat syuhada yang kedua gigi emas yang masih utuh bersama kerangka kepala,  juga turut ditemukan tapak sepatu yang masih terlihat bagus. Wallahua'lam.(MN)
Bagikan:
KOMENTAR