Pemerintah Kabupaten Bireuen Terlihat Ceroboh Melakukan Rotasi Eksekutif Pemerintahan


author photo

17 Mar 2019 - 23.57 WIB


RADAR ACEH | Bireuen – Alfin Siddiq sebagai Ketua Dewan Penasehat Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh asal Kabupaten Bireuen memberikan pendapat terkait rotasi dan pergantian jabatan di lingkup pemerintahan Kabupaten Bireuen pada tanggal 31 Desember 2018. Terdapat beberapa kejanggalan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten terkait rotasi tersebut, menurut Alfin seharusnya pemerintah tidak gegabah dalam melakukan pergantian yang dianggapnya sebagai tindakan yang sangat ceroboh.

"Setelah saya melihat dan meninjau beberapa perilaku pemerintah kabupaten Bireuen dalam beberapa bulan terakhir, terdapat beberapa kekeliruan dalam melaksanakan rotasi dan pergantian jabatan di lingkup kabupaten. Saya menduga hal ini tidak dilaksanakan dengan baik, matang dan penuh dengan analisis fit and proper test sehingga ternilai sangat ceroboh"  Ujar Alfin Siddiq selaku ketua DPH HIMASEP Unsyiah dalam rilisnya dengan media Radar Aceh Minggu, 17 Maret 2019.

Beberapa penilaian yang dikemukakan oleh akademisi ini adalah terkait waktu, kesesuaian latar belakang pejabat, prestasi dan kecocokan dalam menduduki jabatan yang digantikan oleh pemerintah kabupaten Bireuen. 

Menurutnya diperlukan manajemen sumber daya manusia yang baik oleh pemerintah kabupaten Bireuen dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai eksekutif tertinggi di Kabupaten Bireuen. Jangan sampai ternilai seakan-akan pemerintah menggunakan jabatan sewenang-wenang.

"Ada beberapa penilaian yang saya lakukan sebagai pengamat antara lain adalah waktu, kesesuaian, latar belakang pejabat, prestasi dan kecocokan si pejabat. Namun yang terjadi saat ini seakan-akan pemerintah kabupaten tidak melakukan manajemen sumber daya manusia yang baik dan terlihat seperti menggunakan kewenangannya sewenang-wenang," Ujar Alfin Siddiq.

Beliau berharap kedepan kabupaten Bireuen tidak memperoleh hal-hal yang buruk atas perilaku eksekutif tertinggi ini. Seharusnya pemerintah lebih selektif dalam membentuk stuktur eksekutif dalam lingkup pemerintahan dalam mencapai visi misi dan janji pada saat kampanye demi kemakmuran dan kesejahteran masyarakat. Sehingga tidak adanya penilaian masyrakat terhadap pemerintah sebagai permulaan pembentukan dinasti keluarga dalam struktur pemerintahan kabupaten Bireuen.

"Saya berharap kabupaten Bireuen selalu dalam lindungan Allah SWT dan tidak ada hal-hal buruk yang menimpa kota kelahiran saya. Seharusnya pemerintah lebih selektif dalam pembentukan struktur eksekutif sehingga mampu mencapai visi dan misi serta menepati janji kepada masyarakat dalam hal kemakmuran dan kesejahteraan, sehingga tidak ada penilaian di mata masyarakat bahwa pemerintah akan membentuk dinasti keluarga" Tutup Mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Syiah Kuala ini (Red)
Bagikan:
KOMENTAR