Parnas Laporkan Perusakan APK, Pimpinan KPA Polisikan Aksi Penyergapan


author photo

11 Mar 2019 - 20.13 WIB


LHOKSUKON --- Perwakilan Parnas melaporkan aksi pengrusakan sejumlan Alat Peraga Kampanye (APK) di kawasan Lhoksukon, Aceh Utara. Sementara Pimpinan KPA D-IV akan mempolisikan sejumlah anggota timses Parnas, karena menyergap mobil dan mengancam mantan anggota GAM, Senin (11/3).

Menurut informasi pihak Panitia Pengawas Pemilu, sejumpah empat perwakilan Partai Nasional (Parnas) melaporkan, telah terjadi pengrusakan APK di Kecamatan Lhoksukon. 

Ketua Panwascam Lhoksukon, Fauzan kepada media ini menjelaskan, empat partai yang melapor yaitu, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Demokrat dan Partai Hanura.  "Berita acara penerimaan barang bukti sudah kita buat, setelah itu masuk ke tahapan penyelesaian masalah," jelasnya.

Menurutnya, pada Senin malam warga mengintai sekitar lokasi pemasangan APK. Salah satunya di Gampong Mata U. Sekitar Pukul 03.15, dua orang melintasi jalan dan merusak APK. "Salah sorang yang merusak APK dikenali berinisial W," tambah Fauzan.

Sementara itu, M.Jamil Ibrahim 53, tim sukses Caleg DPRA H.Sulaiman Ibrahim  dari Partai SIRA, mengaku melihat langsung aksi pengrusakan APK di Mata U. "Sekitar Pukul 03.00 ada orang masuk, kami mengitip di belakang kedai, ada dua orang pelaku," jelasnya. 

Mereka menggunkan sebo. Ketika berhasil ditangkap, M.Jamil mengenali salah seorang diantaranya berinisial W. Dia dikenal sebagai timses PA. Namun M.Jamil mengaku, pelaku berhasil melarikan diri.

Selanjutnya, sejumlah Parnas yang APK nya rusak melaporkan kejadian tersebut ke Panwascam Lhoksukon. Caleg DPRA dari Partai Demokrat, Sulaiman sangat menyesalkan pengrusakan yang dilakukan simpatisan Partai Aceh. Dia mengharapkan, agar masalah ini diselesaikan serius. "Diselesaikan secara efek jera kepada pelaku agar tidak terualng kembali," tegasnya.

Pimpinan KPA D.IV Kecaman

Ekses dari kejadian itu, di lokasi Mata U telah terjadi penyergapan mobil milik anggota Komite Peralihan Aceh (KPA). Menurut Panglima Muda KPA Daerah IV Wilayah Pase, Muhammad Joni, yang ditangkap bukan perusak APK.  

"Mereka tidak bisa membuktikan perusak APK, maka dalam hal ini kami akan menempuh jalur hukum," tegasnya. Bila telah merusak APK, dia minta bisa dibuktikan.

Menurutnya, ketika terjadi pengrusak APK selalu dituduh pelakunya dari PA (Partai Aceh). Namun ketika APK Partai Aceh dirusak di sejumlah kecamatan, pihaknya tidak pernah menuduh partai lain. "Ketika APK Partai Aceh dirusak, siapa yang kami tuduh," tegasnya.

Muhammad Joni menambahkan, kita berada di negara hukum, sehingga masalah perusakan APK bisa diselesaikan sejarah hukum. Tidak boleh suatu partai, menuduh partai lain sebagai pelakunya. "Kalau betul, silakan tempuh jalur hukum, kita punya Panwas," tegasnya kembali.

Sementara itu, Sekjen  PA Aceh Utara menegaskan, tidak ada Timses PA yang melakukan perusakan APK. Bahkan selama ini, pihanya selalu meminta seluruh timses PA menghargai Pemilu Damai.(R)
Bagikan:
KOMENTAR