Mengaku Tak Menyesal, Teroris Tembak Puluhan Muslim New Zealand


author photo

16 Mar 2019 - 20.10 WIB


Oleh : Ucie Siregar

Innalillahi wa Inna ilaihi Raaji'un. 
Umat Islam kembali berduka. Pada Jum'at yang penuh barokah, penembakan sadis terjadi atas kaum Muslimin di Masjid Al Noor, Christchurch, New Zealand. Sekira 300 jama'ah shalat Jum'at panik berhamburan di dalam Masjid. Teroris (Brenton Tarrant) itu pun dengan brutal terus menembaki jama'ah tanpa manusiawi.

Perdana Menteri New Zealand, Jacinda Ardern, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 40 orang tewas dalam penembakan brutal tersebut.

Penembakan sadis yang dilakukan teroris Brenton ataupun pembantaian mengerikan lainnya bukan sesuatu yang asing di dunia saat ini. Pembantaian yang menyasar Muslim nyaris terjadi setiap hari bahkan mereka membunuh berkali-kali lipat dari yang telah dilakukan teroris Brenton, penjahat rasis ini. Bedanya teroris Brenton menyatakan identitasnya dengan terang-terangan, sementara pembantaian yang dilakukan oleh negara kafir seperti Amerika, Israel, Rusia yang berlindung dibalik ketiak lembaga internasional (PBB), terjadi hampir setiap hari atas nama menjaga perdamaian dunia, memerangi teroris dan melindungi HAM.

Kesadisan teroris Brenton yang menembaki kaum Muslim pada Jum'at itu tidak terlepas dari Ideologi yang diembannya. Dia mengaku tidak menyesal telah melakukan pembunuhan itu, "Saya hanya berharap saya bisa membunuh lebih banyak penjajah, dan lebih banyak pengkhianat juga." Dia juga mengatakan ada "komponen rasial untuk serangan itu" dan menggambarkannya sebagai "anti-imigrasi" dan "serangan atas nama keanekaragaman". "Saya akan melakukan dan menyerang terhadap penjajah, dan bahkan akan streaming serangan melalui facebook," tulisnya. "Jika aku tidak selamat dari serangan itu, selamat tinggal, Tuhan, dan aku akan melihat kalian semua di Valhalla!". Banyak pengguna anonim menanggapi memuji dia atas serangan itu, dengan komentar seperti "Godspeed" dan "video itu sangat bagus".
(Wartakota,15/03/2019). 

/Pertarungan Ideologi kufur kapitalisme dan Islam/

Persoalan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Tidak cukup kecaman, umpatan kemarahan dari penguasa dan kaum Muslim saja, sekalipun  dengan penegakan hukum internasional tidak akan pernah menghentikan kebiadaban mereka. Serangan sadis Brenton dan negara-negara kufur tersebut seperti yang terjadi atas bumi Palestina, Irak, Afghanistan, Suriah dan belahan negeri Muslim lainnya merupakan pertarungan ideologi. Pertarungan antara ideologi bathil dan haq, yaitu ideologi kufur kapitalisme dan Islam Bukan sekadar persoalan individu Brenton atau oknum semata. Maka persoalan ini adalah persoalan antara kaum Muslim secara global dan kafir harbi fi'lan yang dengan terang membantai, membunuh dengan dalih perang melawan ekstremis, ISIS, untuk menjaga perdamaian dunia dan dalih semisal lainnya.

Maka sudah seharusnya umat membuka cakrawala berpikir politis, bahwa ini semua adalah pertarungan ideologi yang juga harus diselesaikan dengan ideologi.

Oleh sebab itu harus ada campur tangan negara dalam menyelesaikannya. Saat ini Islam tidak diterapkan sebagai sebuah ideologi, Islam hanya dipandang sebatas aspek ritual ibadah yang tidak jauh berbeda dengan agama lainnya. Padahal Islam adalah sebuah ideologi yang memiliki konsep menyeluruh, memandang dunia dengan khas yang dengan menerapkannya mampu menjadi kekuatan dan kekuasaan besar yang menghimpun negeri-negeri Muslim menjadi satu kesatuan (Khilafah). 

Khilafah (negara Islam) adalah satu-satunya benteng kekuatan kaum Muslim, padanyalah kaum Muslim berlindung. Saat ini khilafah itu tidak ada, karena telah 95 tahun runtuh. Sejak saat keruntuhannya kaum Muslim di belahan dunia manapun nyaris menjadi target negara-negara kufur untuk dihabisi. 

Allah SWT sudah berabad-abad lamanya memperingatkan dalam firmanNya :

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS. Al-Baqarah: 120). 

Allah SWT telah mengabarkan kebencian dan ketidakridhoan orang-orang kafir terkhusus kafir harbi fi'lan atas kaum Muslim. Namun masih saja ada kaum Muslim yang berhusnudzon (berprasangka baik) bahkan mau berpelukan, berjabat tangan dengan penguasa negara-negara kafir harbi fi'lan tersebut (Amerika, Israel, Australia dsb).

Teroris Brenton hanya secuil contoh bukti islamophobia dibalik besarnya konspirasi global (perang terhadap kaum Muslimin) oleh negara-negara kufur yang sangat membenci Islam dan kaum Muslim. Dan konspirasi global yang mereka gencarkan hanya bisa dihentikan dengan Khilafah (negara Islam).

Tanpa Khilafah, Islam akan terus dinistakan, kaum Muslim akan terus dibantai, dibunuh tanpa perlawanan berarti. Kaum Muslim ibarat makanan yang terhidang dan diperebutkan. Terhina dinakan dengan penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Sementara negara-negara kufur memangsa kaum Muslim dengan buasnya.

Wahai kaum Muslim di seluruh dunia, sampai kapan kehinaan demi kehinaan ini terus kita diamkan? Masihkah kita percaya dengan slogan-slogan dusta seperti demokrasi, HAM, nasionalisme dan turunannya? Tidakkah kita menyadari bahwa persoalan pembantaian, pembunuhan secara massal yang menimpa atas seluruh negeri kaum Muslim disebabkan karena ketiadaan Khilafah?.

Hanya dengan Khilafah, darah, kehormatan kaum Muslim dapat terjaga, persatuan kaum Muslim dapat terwujud dan kebiadaban negara-negara kufur dapat dihentikan. Tanpa Khilafah, kaum Muslim akan terus dijajah, dibunuh dan menjadi santapan lezat negara-negara buas. 

Mari kembali kita renungkan sabda Rasulullah Saw : 


لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ

"Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak." (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).

Semoga kejadian demi kejadian yang menimpa kaum Muslim semakin meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT dan menunjukkan betapa penting dan butuhnya kita akan adanya Khilafah.

Wallahu A'lam bisshawab
Bagikan:
KOMENTAR