Labi labi Terancam Presiden Mahasiawa Unsyiah Memorandum Bupati Aceh Besar


author photo

28 Mar 2019 - 14.51 WIB


Aceh --- Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali menyatakan akan meresmikan pengoperasian bus Trans Jantho secara gratis, April 2019 mendatang. 
Terkait dengan keputusan Bupati tersebut menuai tudingan dan kontroversi dari berbagai kalangan salah satunya dari mahasiswa Unsyiah. 

Rival Perwira selaku ketua Bem unsyiah sangat menyayangkan dan menentang kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Aceh Besar tersebut. Pasalnya dengan kehadiran trans Janto dapat mengikis penghasilan kendaraan umum khususnya Labi -labi. 

"Kebijakan tersebut memang bagus tapi disini saya sangat menyangkan hal tersebut pasalnya dengan kehadiran trans Janto dapat menenggelamkan labi- labi sebagai angkutan umum yang sudah membudaya di Aceh".

Nah sebelumnya para awak labi-labi juga sudah menolak rencana Bupati Aceh Besar yang ingin membuka rute bus TransJantho untuk melayani Jantho-Lambaro. Karena jika rencana itu dilaksanakan akan mengancam rezeki mereka. 

"Sekarang ini semua berhubungan dengan uang, anak sekolah butuh uang. Kalo dulu, ndak ada uang ndak papa. Sedikit orang jualan disekolah. Beda kali sama zaman sekarang. Kalo ada satu penumpang aja yang naik, ndak papa kita bawa. Seribu pun ndak ada di dompet. Tadi ada 50.000, udah dipakai untuk beli bensin. Untuk anak sekolah besok, harus mikir lagi." tutur awak labi-labi.

Para awak labi-labi juga berharap agar transjantho tidak mengganggu pekerjaan mereka. 

"Bus-bus trans tu jangan lah mengganggu kami. Kami udah sepi penumpang."

Negara telah menjamin hak dan kewajiban setiap warganya dan pemerintah harusnya mendukung masyarakat agar terlaksananya lapangan kerja. 

"Nah jelas bahwa dengan kehadiran transjantho akan menyebabkan lapangan pekerjaan bagi awak labi- labi terancam". Kata Rival.(Rl)
Bagikan:
KOMENTAR