Geuchik Drien Puntong Suryadi Gadaikan Tanah Wakaf Untuk Beli Piring Desa


author photo

12 Mar 2019 - 13.05 WIB


Aceh Utara --- Tidak transparansinya penggunaan Dana Desa di Gampong Drien Puntong Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara, masyarakat layangkan surat protes tanggal 02 Agustus 2018 yang di tujukan kepada Kapolres Aceh Utara, Selasa (12/03).

Yaitu Dana pembangunan tahun 2015 yang diduga dikerjakan tidak sesuai dengan RAB, menurut keterang ketua TPK Gampong Drien Puntong Maimun dalam surat tersebut pembangunan yang dikerjakan oleh Surya itu proyek rabat beton yang harus memakai pondasi namun pekerjaan tersebut di bangun tanpa menggunakan pondasi dan pekerjaannya tidak melibatkan TPK Gampong Drien Puntong,"paparnya dalam surat tersebut.

Selanjutnya pada tanggal 10/07/2018 rapat dana anggaran pembangunan Gampong tahun 2017 yang dikerjakan sendiri oleh Geuchik, diantaranya pekerjaan saluran sepanjang 450 meter, dua unit rumah Duafa, lima plat beton dan talut ketika di jelaskan dihadapan  masyarakat Drien Puntong ada yang tidak jelas dan tidak transparan dan tersebut tidak dapat di terima oleh masyarakat Drien Puntong.

Ditengah rapat tersebut Geuchik Surya juga memaparkan di hadapan masyarakat telah menyelesaikan masalah sebesar Rp.17 juta rupiah dengan memakai uang Desa, saat ditanya oleh masyarakat kepada Keuchik Surya masalah sendiri kenapa tidak diselesaikan dengan memakai uang pribadi.

Masyarakat Drien Puntong berharap aparat penegak hukum untuk memeriksa terkait dugaan tidak transparasinya penggunana Dana Desa, di Gampong Drien Puntong agar masyarakat tidak saling mencurigai dan kedepan dalam pengelolaan lebih terbuka,"harap masyarakat.

Saat di komfirmasi melalui seluler pribadinya Geuchik Gampong Drien Puntong Surya, mengatakan itu bukan masyarakat cuma orang tiga orang saja saat ditanya pembangunan tahun 2015 dan menyelesaikan masalah Desa Rp.17 juta rupiah,"ucap Geuchik Surya sambil tertawa.

Kalau masalah 2015 kita udah di periksa oleh inspektorat dan kita udah kembalikan uang dan hal tersebut udah diketahui oleh pihak kecamatan dan pihak polsek, dan kalau kita naikan kelangit pun tidak akan diproses, karna udah kelar"jelasnya sambil tertawa.

Tambah Geuchik Surya orang yang lapor pada anda suruh jumpa saya dan pergi kepolsek atau kepolres untuk lapor kalau bukan saya yang masuk ya mereka yang masuk,"acam Keuchik pada wartawan media ini.

Saat ditanya ada anggran Bank sebesar Rp.8 juta rupiah Geuchik Surya mengatakan jangan diambil pedoman pada rapat di meunasah kalau diambil pedoman di menasah salah, yang penting apa yang dusuruh belik oleh masyarakat seperti piring dan lain lain ada,"jelas Geuchik.

Menurut informasi dari sumber yang dapat dipercaya yang berhasil di himpun media ini, uang sebesar Rp.17 juta rupiah yang diduga kuat untuk menutupi masalah Desa dan uang tersebut diserahkan kepada salah satu oknum aparat,"tutupnya.

Saat di komfirmasi kembali Geuchik Drien Puntong Suraya terkait hal tersebut tidak lagi mengangkat telpon meski dengan nada masuk, dan selanjutnya wartawan media ini juga mengirim pesan singkat dan sampai berita ini dilayangkan belum ada balasan atau pun jawaban dari Geuchik Drien Puntong Surya. 

Setelah ditelusuri ternyata Gampong Drien Puntong mengadaikan sepetak tanah wakaf dengan harga Rp.6.500.000 untuk membeli keperluan Gampong seperti piring dan lainnya, surat pemberitahuan yang di tempel dibeberapa tempat itu menerangkan agar masyarakat jangan membayar zakat keluar Desa agar utang desa bisa dilunasi dengan zakat warga. Surat yang ditempel tersebut ditandatangani oleh Geuchik Suryadi.M.Yahya, imum Gampog Tgk. M. Daud, tuha peut Muslim.J

Menurut masyarakat hal tersebut sangat aneh karna Gampong Drien Puntong memiliki dana Desa yang lumanya besar namun untuk keperluan membeli piring saja harus mengadaikan tanah wakaf,"papar warga Desa Drien Punting yang tidak mau namanya ditulis media ini (R).
Bagikan:
KOMENTAR