Festival Sate Matang Dengan Dana Rp500 Juta, Sejumlah Warga Tak Kebagian Kupon "Nasi Sate Bungkus"


author photo

30 Mar 2019 - 15.58 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Sate Matang, merupakan salah satu kuliner khas Bireuen yang dikenal masyarakat luas. Sehingga menjadi daya tarik Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh untuk terus melestarikan kuliner khas ini dengan menggelar festival Sate Matang 2019, pada Sabtu sampai minggu (30-31/3/2019) dilapangan Galacticos Cot Gapu Bireuen.

Dra. Irmayani, Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh kepada wartawan, Sabtu (30/3/2019), mengatakan, " kegitan ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, dengan sasaran keterlibatan dan peran aktif masyarakat serta pemerhati lokal maupun internasional," ujarnya.

Festival Sate Matang direncanakan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (30-31/3/2019) mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB setiap harinya. Selain sate matang, juga disuguhkan kuliner khas Bireuen lainnya mulai nagasari, penganan kue hingga kopi. Disaat seremonial pembukaan hari ini digelar kenduri sate matang yang membagikan 1000 kupon porsi sate matang secara cuma-cuma," sebutnya.

Selain itu, "Kami juga akan menggelar kompetisi berbasis skill dengan lomba memasak sate yang di ikuti puluhan gerai atau stand di 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen,"

Dia menambahkan, tahun ini pemerintah menyediakan anggaran Rp500 juta, sementara tahun lalu festival kuliner yang diselenggarakan di Banda Aceh dengan anggaran sebesar Rp1 Milliar, tetapi putaran uang mencapai Rp 8 Milliar, dalam sehari mencapai Rp1,3 Milliar lebih perputaran uang dari laporan pedagang di lokasi festival," sebutnya

Sementara itu, pantauan Radar Aceh di lokasi, puluhan pengunjung tidak kedapatan kupon untuk ditukar dengan nasi sate bungkus sesuai nama stand yang tertera di kupon yang disediakan per kecamatan untuk 60 porsi.

Malahan ada beberapa pengunjung yang mereka karena tidak ke bagian kupon. Diketahui, di sekretariat panitia menyerahkan kepada masing-masing kecamatan sejumlah kupon.

Menanggapi hal itu, Indi selaku EO kegiatan, menjelaskan, Kami tidak memegang kupon tersebut, tetapi dibagikan sesuai stok yang sediakan masing-masing kecamatan di lokasi acara oleh sekretariat panitia. 

Bisa jadi, ketika kupon sudah dibagikan, saat masyarakat mau menukarkan kupon, stand kecamatan belum siap menyajikan nasi sate bungkus, dan menganggap itu habis. 

Harapan kami, 1000 porsi diberikan cuma-cuma, dan selebihnya masyarakat pengunjung untuk berbelanja kuliner yang disediakan pedagang, meski antusias pedagang yang menjajakan dagangan hari ini sangat kurang. Dari 25 Stand yang disediakan secara gratis, hanya beberapa yang berisi. Kami optimis besok semua stand akan terisi," tutupnya. (SR)
Bagikan:
KOMENTAR