Terjawabnya Keluhan Petani Pintoe Rimba oleh Toke Din Peudada


author photo

9 Feb 2019 - 09.24 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Ratusan petani pekebun di kawasan Gampong Pintoe Rimba Kecamatan Peudada selama ini masih sulit melalui jalan menuju kebunnya dengan menggunakan kenderaan roda dua, paska banjir dan longsor akhir tahun 2018 lalu.

Akibat belum tertangani secara serius oleh pemerintah bersama dinas terkait, sehingga masyarakat menyampaikan permasalahan tersebut pada Saifuddin Hasan atau yang akrab disapa Toke Din PPI Peudada.

Mereka meminta supaya dibantu untuk ditanggulangi jalan petani di Pintoe Rimba tersebut agar bisa dilalui kembali oleh warga, sebab mereka membutuhkan kepedulian, seperti sikap sosial dari Caleg DPRA Saifuddin Hasan Nomor Urut 4, Dapil 3 Bireuen yang maju melalui Partai PNA. 

Hal tersebut disampaikan oleh Nurdin Kepala Dusun (Kadus) gampong Pintoe Rimba dan Sulaiman warga gampong Blang Rangkuluh, Jum'at, (8/2/2019). 

"Kami sangat mengharapkan kepedulian dari pihak yang peduli terhadap kondisi jalan petani Pintoe Rimba, meskipun selama ini terkesan diabaikan oleh pemerintah tanpa diatasi secara nyata. Meskipun pernah ditangani secara pribadi oleh satu Caleg beberapa waktu lalu,  tapi belum sempurna dengan masih jatuhnya bongkahan tanah disebelah kiri yang longsor di badan jalan yang diperbaiki sekira 1,5 bulan lalu," sebutnya."

Apalagi kami sudah kewalahan menyampaikan pada pihak berwenang terkait jalan usaha tani sepanjang 300 meter tersebut, hingga menuju ke kebun Seuneubok Rampagoe, Seuneuboek Peunggiling dan Alue Kuta.

Harapan kami masyarakat petani yang menggunakan jalan usaha Pintoe Rimba, atas inisiatif bantuan Toke Din ini, bongkahan tanah yang masih tertimbun di badan jalan ini, bisa dikerjakan dan memudahkan masyarakat kedepannya saat pergi ke kebun maupun saat mengangkut hasil pertanian ke pasar. 

Lanjutnya, "Kami selaku warga petani dan masyarakat Pintoe Rimba, sangat mendukung terobosan Toke Din PPI Peudada atas kepedulian beliau, terhadap curhatan aspirasi petani tentang masalah jalan usaha perkebunan Pintoe Rimba Peudada masih tertimbun oleh bongkahan tanah longsor ke badan jalan, sehingga kami membuat jalan alternatif bongkahan disebelah kanan supaya bisa dilalui melalui sepeda motor sambil menunggu selesainya jalan utama yang dikerjakan melalui bantuan alat berat beko pribadi milik Toke Din cepat dikerjakan.

Sehingga kami masyarakat yang bertani diperbukitan sana, tidak sulit lagi saat melewati jalan Simpang Geulanggang Cot Meurak Pintoe Rimba. Padahal jalan tersebut menghubungkan beberapa jalan menuju ke kebun warga, hingga sampai ke perbatasan Kabupaten Bener Meriah. 

Kami selaku warga sangat mengapresiasi atas inisiatif baik bersama tokoh masyarakat dan aparatur desa kepada Saifuddin Hasan atau Toke Din bisa semaksimal mungkin, supaya bisa terwujud niat mulianya dalam mengatasi masalah jalan ini terwujud tanpa hambatan lagi saat melintas kedepannya. 

Tidak seperti yang kita lihat sekarang ini, begitu sulitnya warga saat melintas harus turun dari sepeda motor dan dibantu dorong 
oleh warga lainnya, apalagi saat hujan tentu jalan tanah liat berlumpur, ada juga petani yang urung pergi ke kebun, karena akses jalannya tidak bisa dilalui lagi," ungkap Kadus Pinto Rimba tersebut.

Dengan dibersihkannya bongkahan tanah diatas badan jalan tersebut, menggunakan satu unit alat berat Beco dan satu unit Dump Truk dilokasi jalan Geulanggang Meurak gampong Pintoe Rimba Peudada.

Saat pihak media menghubungi Saifuddin Hasan atau Toke Din Peudada, membenarkan telah menurunkan satu unit alat berat dan satu mobil Dump truck engkel. 

"Mari kita mengabdi dan berbakti buat rakyat saat ada masalah coba sama-sama kita cari solusi," tutupnya. [REL/RED]

Bagikan:
KOMENTAR