Polres Bireuen Bekuk Empat Penambang Galian C Ilegal


author photo

8 Feb 2019 - 10.10 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Tim Opsnal Sat Reskrim yang dipimpin Kasatreskrim Polres Bireuen Iptu Eko Rendi Oktama, SH telah mengamankan 4 (empat) diduga pelaku Tindak Pidana Pertambangan tanpa ijin, sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 dari undang-undang RI nomor 4 tahun 2009 ttg pertambangan mineral dan batubara.

Penangkapan terhadap empat pelaku dilakukan pada Kamis (7/2/2019) sekira pukul 18.00 WIB di km.4, desa Geuleumpang Meujim-jim  Kecamatan Juli.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan, SIK, M.Si melalui Kasatreskrim Iptu Eko Rendi Utama, SH, menyebutkan, Tim Opsnal Satreskrim menerima laporan masyarakat terkait aktifitas tambang Galian C ilegal, lalu petugas turun ke lokasi sekitar pukul 18.00 WIB. Ternyata benar, polisi menemukan satu unit excavator sedang beroperasi dan mengeruk tanah di lahan perbukitan, di kawasan itu," jelas Eko.

Selanjutnya, tim yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Iptu Eko Rendi, meminta para pekerja dan pemilik kegiatan tambang untuk menunjukkan surat ijin. Namun, karena belum mengantongi Ijin Usaha Penambangan (IUP) Operasi dan Produksi (OP), oknum pekerja beserta pengusaha tambang tak dapat memperlihatkan legalitas kegiatan operasional tersebut.

Kemudian, pihak kepolisian menemui pemilik usaha berinisial ET (45) yang juga warga Desa Juli Keude Dua, Kecamatan Juli, untuk meminta keterangan terkait aktifitas tambang itu. Dianggap beroperasi secara ilegal, akhirnya para petugas membawa sejumlah pelaku, serta alat berat tersebut ke Mapolres Bireuen, guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Adapun 4 (empat) pelaku yang dibekuk polisi yakni ES bin Ibrahim alias ET, SU bin M Sabi (48), MA bin M Nurdin (29) dan Her bin Ikhwan (23), para pelaku yang sudah diboyong ke Mapolres Bireuen tersebut masih tercatat sebagai warga  desa Juli Keude Dua Kecamatan Juli.

"Barang bukti yang diamankan bersama pelaku, yakni satu unit alat berat Excavator Hitachi-EX200, dan buku catatan. Penambang tersebut tidak dapat menunjukkan IUP OP sebagai legalitas usaha tambang galian C yang mereka jalankan, ke empat pelaku itu diduga melakukan tindak pidana pertambangan tanpa ijin, sebagaimana dimaksud dalan pasal 158 UU RI Nomor 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batu bara," ungkap 
Kasatreskrim.

Selain itu, Iptu Eko Rendi juga menambahkan, sejak beberapa bulan terakhir, pihaknya secara intens terus mengusut kasus galian C ilegal yang masih beroperasi di wilayah hukum Polres Bireuen. Tak hanya itu beberapa perkara yang sudah selesai dan telah dinyatakan P21, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, guna proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Harapnya, "Bagi pengusaha galian C, agar mengurus legalitas lebih dulu sebelum menjalankan aktifitas tambang. Sebab, bila dioperasikan secara ilegal akan bertentangan dengan Undang undang serta dapat dijerat hukum," pangkas Kasatreskrim Polres Bireuen. 
[SR]


Bagikan:
KOMENTAR