Maulid Aceh di Hadhramaut Dihadiri Habaib dan Mufti


author photo

15 Feb 2019 - 15.03 WIB


Reporter: Yunalis Abdul Gani B.Sc, mahasiswa Pascasarjana universitas Al Ahgaff, alumnus Dayah Ummul Ayman, Samalanga, Konsultan FLP Hadhramaut, Yaman, melaporkan dari Tarim, Yaman Mengungkapkan ekpresi kebahagian dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW adalah salah satu anjuran Syariat. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan maulid Nabi SAW. 

Alhamdulillah. Sebuah kebanggaan bagi kami pelajar Aceh di Hadhramaut, karena pada tahun ini sukses mengadakan acara maulid akbar dan doa bersama untuk para Syuhada Tsunami, yang dihadiri Habaib (sebutan untuk keturunan Rasulullah SAW) dan Masyaekh besar di bumi para wali, Hadhramaut, Yaman pada Kamis (31/1) lalu. 

Memang, mengadakan maulid adalah sebuah agenda tahunan pelajar Aceh di Hadhramaut. Namun, ada sesuatu yang baru dalam acara maulid tahun ini. Jika tahun-tahun sebelumnya, acara maulid dirayakan dengan sesama pelajar Aceh dan beberapa ketua Orda (Organisasi Daerah) saja, tahun ini, pelajar Aceh juga mengundang para Habaib dan Masyaekh besar untuk memeriahkan maulid Nabi SAW dan mengirim doa untuk para Syuhada Tsunami yang menimpa Aceh 14 tahun silam. 

Selain untuk memberkahi acara, hal ini bertujuan untuk merajut kembali hubungan Aceh dan Hadhramaut yang sudah terjalin akrap sejak zaman dahulu. 

Diantara Habaib dan Masyaekh Hadhramaut yang hadir dalam acara  maulid Aceh kali ini adalah Syeh Umar Khatib, salah satu jajaran Mufti kota Tarim, Habib Abdul Qadir Jailani Al Habsyi, ulama besar kota Hauthah, Habib Abdullah bin Abdul Qadir Al Idrus, pimpinan lembaga Madrasah Al Idrus, Habib Thahir Al Attas, staf pengajar di lembaga Darul Mustafa, Syeh Yasir As Syuhairi dan beberapa Habaib lainnya. 

Acara yang bertempat di Beit Al Kaff, Tarim itu dimulai setelah salat Zuhur dengan membaca sirah Nabi SAW. Para tamu tenggelam dalam lautan rindu yang amat mendalam kepada sosok Baginda yang dibacakan kisahnya itu.

Selain untuk meningkatkan rasa cinta kepada Nabi SAW, acara ini bertujuan untuk mengantarkan doa untuk para Syuhada Stunami yang menimpa Aceh 2004 silam. Hal ini dilakukan sebagai rasa hubbul wathan (cinta tanah air) kami kepada Aceh tercinta. Dengan harapan, agar Aceh kedepannya selalu diberkahi Allah SWT dan dijauhkan dari segala mara bahaya.

Dalam rangkaian acara ini juga diputar video singkat tentang tragedi Tsunami yang menimpa Aceh pada akhir 2004 silam. Video singkat tersebut menceritakan betapa dahsyatnya musibah gempa dan Tsunami itu. 

Setelah pemutaran video singkat, acara dilanjutkan dengan ceramah-ceramah. Habib Jailani Al Habsyi yang sudah pernah berkunjung ke Aceh beberapa waktu lalu, dalam ceramahnya mendoakan agar bumi Aceh selalu diberkahi oleh Allah SWT dan senantiasa dijauhkan dari segala mara bahaya. 

Sementara itu, Syekh Umar Al Khatib dalam sambutannya mengajak pelajar Aceh dan para tamu undangan lainnya untuk meneladani sifat, akhlak serta kehidupan rasulullah SAW. Acara peringatan maulid Nabi tidak hanya seremonial saja, tapi juga mampu menerapkan hal-hal yang perlu diteladani dari Nabi SAW, ungkapnya.

Alhamdulillah. Acara yang dihadiri kurang lebih 200 orang tersebut berjalan lancar hingga diakhiri dengan pembacaan doa oleh Habib Abdullah Al Idrus. Kemudian, dilanjutkan dengan acara kenduri maulid tepatnya pada jam 2.00 siang. Semoga bumoe Aceh selalu dijaga oleh Allah SWT. Amin! Sekian. Wassalam!
Bagikan:
KOMENTAR