Kita Semua Hebat Karena Baca..!!


author photo

15 Feb 2019 - 12.32 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ Bupati Aceh Tamiang mengakui bahwa selama ini citra perpustakaan dan kearsipan memang hanya dipandang sebelah mata, seakan dianggap tidak penting. 

Bupati menilai bawa seseorang dapat menjadi hebat karena baca, karena buku. "Pak Kadis, para ulama, Pak Kapolres, Pak Dandim, semua bisa menjadi seperti sekarang karena buku. Kita semua hebat karena baca!" ujar Bupati Aceh Tamiang H Mursil ketika memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Teknis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah pada Kamis (14/2/19) kemarin di Grand Arya Hotel. 

Untuk Bupati menghimbau semua yang hadir pada waktu itu, agar dapat menanamkan budaya gemar membaca kepada para generasi saat ini, yang lebih disebut generasi milenial.

"kami selaku kepala pemerintahan daerah telah merencanakan pembangunan untuk kemajuan Perpustakaan dan Kearsipan. Salah satunya dengan membangun taman bermain untuk masyarakat, khusus anak-anak dan kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga dapat menarik perhatian dan dapat diminati oleh masyarakat," imbuhnya

Ia mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh karena telah memilih Kabupaten Aceh Tamiang untuk menyelanggarakan Rakornis ini. 

Orang nomor satu di Kabupaten Aceh Tamiang tersebut juga mengajak para peserta untuk mencoba kuliner yang ada di Aceh Tamiang. Ia mempromosikan beberapa kuliner andalan yang digemari orang yang berkunjung ke sini. "Bahkan, mie Aceh yang paling enak pun ada di sini," ujarnya meyakinkan.

Selanjutnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Wildan, M.Pd dalam membacakan sambutan Plt. Gubernur mengatakan, "ada  250.000 eksamplar buku yang tidak pernah terjamah oleh masyarakat Aceh, termasuk Aceh Tamiang," katanya 

Untuk itu, Pemerintah Aceh mencoba berinovasi dengan meluncurkan pustaka digital, sehingga masyarakat dapat dengan mudah membaca buku-buku yang terdapat di Perpustakaan Pemerintah Aceh.

Ia mengungkapkan, pada 03 Desember 2018 Pemerintah Aceh telah meluncurkan layanan pustaka digital dengan nama iPustaka Aceh. Cara penggunaanya cukup gampang, cukup unduh di playstore android. "ini adalah upaya mendekatkan pelayanan perpustakaan Aceh kepada masyarakat." Ungkapnya

Wildan berharap Bupati beserta jajarannya untuk turut serta menyelenggarakan pelayanan perpustakaan digital berbasis aplikasi andoid supaya generasi kita suka membaca. Katanya lagi 

Wildan juga menjelaskan bahwa sumberdaya manusia pengelola perpustakaan juga masih banyak kekurangan. Padahal rasio penduduk dengan pustakawan adalah 2500 berbanding 1.
Maksudnya, dari setiap 2500 jiwa penduduk, mesti ada 1 orang pustakawan. "Namun pada kenyataan tidak, untuk di Aceh Tamiang sendiri baru ada 3 orang pustakawan. Idealnya di setiap perpustakaan baik umum atau khusus harus memiliki 1 orang pustakawan," jelasnya 

Untuk itu, Pemerintah Aceh telah mengusulkan ke Men-Pan RB agar untuk Aceh mengalokasikan minimal 2000 pustakawan, untuk arsiparis 2250 org untuk jangka panjang, pungkasnya 

Sebelumnya, Drs. Syaharwardi, M.Si Dalam laporan Panitia Pelaksana menjelaskan, dasar hukum pelaksanaan Rakornis ini berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 

Di jelaskan-nya tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan sinergitas program kegiatan perpustakaan dan kearsipan di Aceh, serta terciptanya sinkronisasi pelaksanaan kegiatan perpustakaan dan kearsipan antar Provinsi dan Kabupaten Kota, dan Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta terdiri dari 46 peserta yang berasal dari Kabupaten/Kota, 34 peserta dari Provinsi.

Pembukaan acara rapat koordinasi teknis tersebut turut Dihadiri oleh Unsur Forkopimda Aceh Tamiang, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Kabag Perpustakaan dan Arsip Setdakab Laila Hidayati, SE. dan para peserta.[] zul
Bagikan:
KOMENTAR