Kebakaran Hanguskan Rumah Milik Mantan Kadis di Bireuen


author photo

10 Feb 2019 - 16.20 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Rumah Almarhum Drs. M.Isa yang merupakan mantan Kepala Dinas di salah satu SKPK Bireuen, hangus terbakar pada Minggu (10/2/2019) pagi.

Rumah naas yang terletak di Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang tersebut tak ada yang bisa diselamatkan. Sedangkan penghuni rumah yang sedang tertidur lelap hampir saja menjadi korban amukan sijago merah pada dini hari Minggu tersebut. Namun, mereka para korban berhasil menyelamatkan diri dan keluar dari rumah yang sedang terbakar.

Sebagaimana informasi yang diperoleh Radar Aceh, disaat peristiwa kebakaran terjadi, penghuni rumah diketahui Mardiah (55) yang merupakan istri almarhum M. Isa (meninggal dunia pada tahun lalu).

Selain Mardhiah, anak, menantu dan cucunya juga mendiami rumah tersebut, yakni Marissa Putri (28) bersama suaminya Saiful Bahri (30) serta anaknya Rayyan yang baru berusia 11 bulan (cucu Mardhiah-red) dan anak lelakinya Agus Satriadi (29).

Kronologis kejadian, menurut Mardhiah kepada media menyebutkan, kejadian tersebut diketahui saat Saiful Bahri terbangun dari tidur, karena mendengar suara berisik yang berasal dari dari atap rumah yang mereka tempati.

Melihat api sudah menjalar pada sisi atas bagian sebelah dapur, kemudian ia membangunkan ibu dan adiknya untuk segera keluar dari rumah guna menyelamatkan diri.

Selanjutnya, Saiful Bahri sempat berteriak minta tolong kepada warga desa, lalu peristiwa tersebut dilaporkan ke posko Pemadam Kebakaran setempat.

Beruntung, meski dalam keadaan panik, sejumlah satu unit mobil Toyota Avanza dan tiga unit sepeda motor milik mereka berhasil dikeluarkan dari dalam rumah yang sedang dilalap api.

Setiba dilokasi, petugas Damkar berupaya memadamkan api, dari belakang rumah warga yang bertetangga dengan rumah korban dan dibantu masyarakat di seputaran lokasi. 

Tak hanya itu, diketahui para tetangga korban  bersama sejumlah pemuda desa serta sejumlah anggota Kodim dan Polsek setempat 
ikut memadamkan api dengan menggunakan ember berisikan air yang diambil dari parit pinggir jalan desa setempat.

Seluruh bangunan rumah dan 
harta benda milik korban yang tidak berhasil diselamatkan musnah terbakar, meski api berhasil dipadamkam beberapa jam sejak kejadian yang dugaan sementara akibat konsleting listrik tersebut sekira pukul 04.25 WIB pagi.

Hingga berita ini di tayangkan, media belum memperoleh keterangan resmi dari pihak terkait, perihal penyebab kejadian dan kerugian material yang dialami korban. [SR/RED]



Bagikan:
KOMENTAR