Dua Kurir Ganja Asal Gandapura Dibekuk Polisi


author photo

7 Feb 2019 - 21.24 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Dua warga Gandapura yang merupakan kurir ganja ditangkap personil Polsek Gandapura di dua lokasi terpisah pada Senin (28/1/2019).

Kedua pelaku yang diamankan, yakni, MR (18), wiraswasta, asal Desa Lhok Mambang Kecamatan Gandapura ditangkap pada Senin (28/1/2019) sekira pukul 05.00 WIB di Simpang Pulo Awe, Kecamatan Kutablang, tepatnya di pinggir Jalan Medan- Banda Aceh saat sedang menunggu angkutan, sedangkan AK (27) wiraswasta, asal Desa Blang Keude Kecamatan Gandapura ditangkap di Desa Lingka Kuta Kecamatan setempat sekira pukul 20.00 WIB.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan, SIK, M.Si, melalui Kapolsek Gandapura, Ipda Melisa S. Tr.K  kepada wartawan, Kamis (7/2/2019) mengatakan, tersangka MR ditangkap saat sedang menunggu mobil penumpang (mopen) di pinggiran jalan Medan- Aceh.

Lanjutnya, "Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita satu tas rangsel hitam merek raptor berisikan 7 bal yang diduga narkotika jenis ganja sudah terbungkus rapi dengan  lakban warna cream dan satu buah kotak kopi merek Indocafe yang di dalamnya berisi 9 bal juga diduga ganja terbungkus dengan lakban cream.

"Keseluruhan narkotika jenis ganja yang disita sebanyak 16 bal, dengan berat mencapai 13.592 gram," ujar Ipda Melisa

Dari kedua pelaku juga turut diamankan, uang tunai sejumlah Rp209.000, satu lembar kartu ATM BRI warna biru dan satu baju laki-laki.

"Sementara temannya yang berhasil melarikan diri yakni AK, tapi hanya berselang beberapa jam paska penangkapan MR, pada malamnya, tersangka AK berhasil ditangkap petugas Polsek Gandapura pada saat sedang bersembunyi di sebuah rumah. Terungkap, ganja tersebut dibawa atas suruhan SP, yg saat ini masih sedang di lakukan pencarian.

Dikatakan Kapolsek, tersangka MR maupun AK tidak pernah bertemu dengan SP, melainkan hanya berhubungan dengan handphone, dan ganja tersebut diperoleh tersangka MR dan AK dari temannya SP di daerah Sawang tepatnya sehari sebelum kedua tersangka ditangkap.

"Apabila ganja tersebut sampai ke Pekanbaru, maka tersangka dijanjikan akan memperoleh keuntungan sebanyak Rp. 6.000.000"(enam juta rupiah). Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan tersangka, dia sudah sering membawa ganja ke Pekanbaru, terkadang ke Padang, Sumatera Barat, bahkan sampai ke Lampung dengan menggunakan jalur darat," terangnya

"Akibat perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 111 Ayat (2) Jo 114 ayat (2) yo 115 Ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara", tutup Kapolsek Melisa. [SR]
Bagikan:
KOMENTAR