Wakil DPRK Bireuen, Minta Bupati Tuntaskan Pembangunan Tanggul Waduk Paya Sikameh Peudada


author photo

7 Jan 2019 - 18.24 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Disela hari luar jam dinas Drs Muhammad Arif Andepa, Sabtu, (5/1/2019) turut didampingi Camat Peudada Drs Zamzami dan Tokoh Masyarakat setempat kembali pantau tahapan penanganan pekerjaan Waduk Paya Sikameh yang berada di Gampong Blang Rangkuluh, Kecamatan Peudada yang jebol akibat banjir pada akhir pekan tahun 2018.

Petani dikawasan Paya Sikameh paska banjir sangat mengharapkan tindakan penanggulangan tanggul Payah Sikameh untuk penyelamatan padi yang sudah ditanam, maka Wakil Ketua DPRK Bireuen Drs Muhammad Arif, berulang kali berupaya agar Pemerintahan Bireuen melakukan kegiatan responsif.

Supaya petani dikawasan tersebut tidak merasakan bencana diatas bencana dan  perlu upaya perbaikan yang sedang dilakukan saat ini. Dikarenakan akibat jebolnya tanggul Paya Sikameh, kondisi persawahan warga sudah tertimbun tanah dan lumpur setinggi sekira 50 cm yang luasnya sekitar 15 hektar lebih. 

Dinas terkait harus mendata dan merevitalisasi kembali persawahan tersebut, begitu juga dengan tanggul Paya Sikameh harus dibangun secara permanen dan tuntas.

Saat pihak media menghubungi Kadis PUPR Bireuen Fadli, ST, MT, melalui  WhatsApp terkait kebenaran akan dilakukan pembangunan kembali tanggul waduk Paya Sikameh Peudada yang jebol tersebut, bahwa benar pembangunan tebing waduk yang terletak di Gampong Blang Rangkuluh tersebut akan segera dibangun dengan sumber dana APBK Bireuen secara tuntas dan jelas.

"Buktinya, kita hari ini telah menurunkan beberap staf dan Kabid Dinas PUPR Bireuen serta 1 unit alat berat Beco dilokasi waduk, secara bertahap akan dibuat kembali tebing waduk yang rusak itu agar bisa berfungsi kembali secara optimal terhadap tersedianya air pada waduk tersebut untuk penampungan air hujan bagi ratusan petani dikawasan itu," sebutnya.

Dengan adanya stok air bila sudah kita perbaiki, maka akan teraliri puluhan hektar sawah tadah hujan yang sudah kering areal persawahannya, jangan sampai gagal panen untuk kesekian kalinya.

Dikatakan Arif, tentu bagi masyarakat petani akan kembali menerima manfaat bila ketersediaan air untuk dialiri melalui rehabilitasi saluran pintu air sebagai langkah upaya perbaikan tanggul atau tebing dan saluran yang rusak tersebut secara serius dan tuntas. Insya Allah, bila tidak ada aral melintang kedepannya dan dukungan semua pihak stake holders," 

"Selain itu, aktivitas masyarakat akan terbantu dan meringankan penderitaan masyarakat petani yang kondisi sawahnya tadah hujan pada selatan Simpang Ikue Alue dan sawah sebelah utara jalan Banda Aceh-Medan, yang  sangat ketergantungan pada stok air sawah bila waduk tersebut selesai diperbaiki," sebut Arif Andepa

Dia mengharapkan, "Warga petani Peudada yang sudah 2 kali mengalami musibah banjir akhir tahun 2018 kemarin bisa terdongkrak perekonomiannya dengan menanam padi kembali di sawah, dan mereka akan lebih semangat bila waduk Paya Sikameh Peudada benar-benar bisa berfungsi kembali sebagaimana harapan mayoritas masyarakat Peudada. [REL/SR]
Bagikan:
KOMENTAR