TPTK Gampong Simpang Lhee Kembali Tangkap Satu Boat Beserta Kayu Bakau


author photo

16 Jan 2019 - 19.34 WIB


LANGSA - Tim Pelaksana Teknik Kegiatan (TPTK) pengawasan mangrove Gampong Simpang Lhee yang dibantu Polhut Bagian Kesatuan Pengelolaan hutan mangrove wilayah III Aceh,Bhabinkamtibmas serta Bhabinsa Kecamatan Langsa Barat menangkap satu Boat beserta dua pelaku pemotong kayu bakau diwilayah perairan alur sungai daerah Gampong setempat, Selasa (15/1/2019).

Sesuai kesepakatan dan Qanun Gampong yang diterapkan guna menjaga dan melindungi hutan mangrove dikawasan perairan khususnya Gampong Simpang Lhee dan Langsa Barat pada umumnya. TPTK yang telah terbentuk digampong tersebut terpantau media ini gencar melakukan razia guna mengawasi dan mencegah terjadinya pemotongan kayu bakau oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sementara pada gelar razia yang dilaksanakan di awal tahun 2019 ini, petugas gabungan yang terdiri dari berbagai unsur terkait baik itu dari Kecamatan,Gampong, dan juga KPH wilayah III Aceh berhasil menangkap dan menggagalkan perambahan hutan bakau yang dilakukan warga Gampong Sungai Lueng dan Gampong Sukarejo Kecamatan Langsa Timur dengan inisial Al (52), dan SK (35).Pada penangkapan tersebut petugas juga ikut mengamankan dua Kapak yang dipakai oleh pelaku untuk memotong kayu, sebuah unit Boat berikut dengan pohon bakau yang sudah ditebang.

Danpos Polhut dari BKPH mangrove wilayah III Aceh Alfian didampingi Jamaluddin saat dikompirmasi wartawan dilokasi penangkapan menyatakan, "pihaknya dari KPH Aceh wilayah III yang mencakupi Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Gayo Luwes dan Aceh Utara, sangat mendukung apa yang dilakukan oleh TPTK Gampong Simpang Lhee,"kami sangat mendukung, terimakasih kepada petugas yang telah bekerja sama untuk menjaga kawasan hutan yang dilindungi oleh negara.

Lebih lanjut Alfian menjelaskan, dalam perkara ini akan diserahkan  sepenuhnya kepada petugas TPTK yang ada digampong Simpang Lhee, "kita sangat mengapresiasikan kinerja TPTK Gampong Simpang Lhee".

 "Terserah kepada petugas TPTK nantinya, sanksi apa yang akan mereka berikan kepada pelaku sesuai ketentuan Qanun dan aturan yang ditetapkan, ujar Alfian seraya menambahkan, kepada para pelaku kami menghimbau dan juga berharap agar kedepan tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama merusak dan merambah hutan yang dilindungi oleh Negara,"tutupnya.(W)
Bagikan:
KOMENTAR