Sempat Viral, Pemilik Akun Rifa (alfiee) Meminta Maaf Kepada KUA Rantau Atas Postingan-nya di Facebook


author photo

25 Jan 2019 - 01.42 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ Nggak mengherankan, lahir dalam era pergantian abad tentu menyebabkan banyak sistem kehidupan yang bertransformasi. 

Bagaimana tidak, dengan kecanggihan teknologi dan akses Internet yang semakin tidak terbatas membuat generasi saat ini banyak menghabiskan waktu untuk berselancar di dunia maya dengan perangkat pintar ditangan-nya, dari situlah mereka dihujani banyak informasi di dunia, dan juga ketika mereka ingin menyampaikan informasi, lebih cepat dan mudah. 

Nah, tak heran kalau saat ini orang lebih aktif di media sosial, dikit - dikit posting, baik itu berisikan opini, luapan kemarahan, senang, maupun sedih. Mereka lebih senang menuliskan-nya di media sosial seperti, Facebook, Twitter, instagram, dan lainnya. 

Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang kurang memahami dampak negatif dalam menggunakan media sosial tersebut, baik dari postingan foto, gambar, dan tulisan, yang dapat berakibat merugikan orang lain. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, satu Akun yang mengunggah tulisan tentang curahan hatinya, dan mencatut nama salah satu instansi di Kabupaten Aceh Tamiang pada Minggu, 20/01/2019 lalu. 

Akun Facebook Rifa(alfiee) mendadak viral di sosial media, karena unggahan tulisan-nya yang diposting di salah satu Group Publik Facebook, Berita Aceh Tamiang (BAT). ia menuliskan curahan hatinya tentang proses pernikahan yang dilakukan pihak Kantor Urusan Agama (KUA) pada Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang terhadap dirinya dipersulit. 

Dalam Akunnya, Rifa(alfiee) menilai KUA Kecamatan Rantau telah mempermainkan-nya dalam proses pengurusan nikah, sementara data yang dibutuhkan sudah dilengkapi, dan akhirnya dia memutuskan untuk menikah di KUA Kecamatan Kejuruan Muda. 

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas), Zakaria ketika ditemui Radaraceh.com di ruang kerjanya pada Kamis (24/01) mengatakan, pihaknya sudah memanggil dan melakukan konfirmasi terhadap Kepala KUA Kecamatan Rantau, Muhammad terkait masalah tersebut. 

Ternyata setelah dilakukan konfirmasi terhadap kepala KUA Rantau, masalah tersebut hanya kesalah fahaman dan pengertian saja, kata dia. 

Memang sebelum melakukan bimbingan terhadap mempelai, berkas mempelai akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, katanya lagi. Sehingga ketika masih terdapat kekurangan pada berkas pihak KUA akan memanggil dan meminta mempelai untuk melengkapinya, dan pada proses ini mempelai beranggapan merasa dipersulit, padahal tidak, ungkapnya lagi 

"Alhamdulillah masalah ini telah selesai, dan kami telah menghadirkan kedua belah pihak," ucapnya. Dan pihak yang menuliskan postingan di media sosial juga sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan serta membuat surat pernyataan agar tidak melakukan hal yang sama kembali. 

Pada saat mediasi yang dilakukan di Kantor kementerian Agama Aceh Tamiang pada Rabu (23/01) kemarin, disaksikan langsung oleh kepala Kantor kementerian Agama Aceh Tamiang, Drs H. Hasan Basri. MM, Kasi Bimas, Zakaria, antara Kepala KUA Kecamatan Rantau, Muhammad, yang didampingi dua Staf kepenghuluan Rizal dan Umun Habibah dengan kedua mempelai dengan didampingi orang tua dan Datok Penghulu Kampung Sukajadi Rantau beserta Imam Kampung,"paparnya.

Selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang Drs H. Hasan Basri. MM menambahkan, pihaknya akan terus berusaha melakukan pengawasan terhadap pegawai dibawah kementerian Agama Aceh Tamiang, dan lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. 

Kakankemenag mengatakan, dengan kejadian ini pihaknya akan lebih baik lagi kedepannya dan hal ini juga akan membuat kami lebih berhati-hati dalam bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Ia juga berharap kepada masyarakat, ketika setiap pernikahan ada masalah, janganlah terlalu cepat diunggah di media sosial, alangkah baiknya dilakukan konfirmasi terlebih dahulu terkait masalah tersebut kepada pihak kami, agar tidak terjadi kesalahan fahaman seperti ini, sebab jika terlalu cepat memposting sesuatu pada media sosial, maka hal tersebut akan menjadi konsumsi publik, sehingga akan muncul berbagai macam tanggapan negataif dari masyarakat, tanpa mereka ketahui akar permasalahan nya,"harapnya [] zul
Bagikan:
KOMENTAR