Polres Bireuen Gelar Press Release Akhir Tahun 2018, ini Kasus yang Menonjol


author photo

1 Jan 2019 - 00.06 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Polres Bireuen menggelar Press Release akhir tahun 2018, yang berlangsung di Gazebo Polres setempat, Senin (31/12/2018) 

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan, SIK,M.Si, yang didampingi Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Eko Rendi Oktama SH, Kasat Narkoba, Ipda M. Nazli, SH, MH, Kasat Intelkam, AKP Zakiul Fuad, Kabag Ops, AKP Awang Bayu Marantika SH, .

Diantara sekian kasus yang ditangani tahun 2018, kata Kapolres, "Kasus persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, merupakan satu dari enam kasus yang paling menonjol yang ditangani Polres Bireuen.

Lanjut Gugun, Pada 2018 sebanyak 27 kasus asusila atau cabul sedikit meningkat dibandingkan pada 2017 sejumlah 23 kasus.

Kapolres menambahkan, kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi pada 27 Oktober 2018 sekira pukul 21.00 WIB tepatnya di jalan Desa Tingkeum, Kecamatan Kota Juang Bireuen telah terjadi persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh empat tersangka yakni, M I (16), pelajar, Desa Blang Tingkeum, RA (19), wiraswasta, Desa Blang Tingkeum, SS (25) dengan status DPO, dan T (40), Desa Teupuh Kecamatan Kota Juang, juga masuk dalam DPO.

Terungkap, tersangka melakukan aksinya dengan menghentikan sepeda motor yang dikendarai ZF (16), asal Desa Bireuen Meunasah Reuleut, Kecamatan Kota Juang dan kekasihnya NM pada saat melintasi desa tersebut.

"Lalu tersangka SS mencabut kunci kontak sepeda motor (sepmor) milik korban,  kemudian secara bergiliran para tersangka melakukan perbuatan cabul terhadap  korban," jelas Gugun.

Selain kasus tersebut,  kasus permasalah tapal batas desa antara Desa Lancok dengan Desa Baro Kecamatan Samalanga, juga kasus penganiayaan berat yang terjadi di Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan. 

Kemudian kasus permasalahan pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Sangso Kecamatan Samalanga, lalu kasus dugaan dukun santet di Desa Paloh Panyang Kecamatan Jeumpa dan kasus pembunuhan di Desa Tingkeum Manyang Kecamatan Kutablang.

Sambung Kapolres, "Tingkat Kriminalitas pada tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 lalu. Dimana pada 2018 ada 559 kasus sementara tahun 2017 lalu hanya 232 kasus," ungkapnya

Untuk kasus kriminal pada tahun 2018 yang ditangani Polres Bireuen, diantaranya penganiayaan ringan sebanyak 125 kasus, cunramor 86 kasus, pencurian biasa 91 kasus, penipuan 37 kasus, KDRT sebanyak 27 kasus, penggelapan 43 kasus dan cyber crime 6 kasus serta sejumlah kasus kriminal lainnya.

Sementara untuk kasus Laka Lantas 2017 sebanyak 227 kasus, pada tahun 2018 mengalami sedikit penurunan, yakni hanya 212 kasus.

Kapolres Bireuen menambahkan, "Penyelesaian Laka tahun 2018 sebanyak 185 kasus, korban meninggal dunia sejumlah 75 orang, luka berat 14 orang, luka ringan 317 orang, dengan total kerugian materil sebanyak Rp 178.150.000. Sedangkan kasus narkotika pada tahun 2018 sebanyak 89 kasus atau 85 % lebih sedikit dibandingkan  tahun 2017 sebanyak 94 kasus," 

"Sedangkan kasus IT tahun 2017 tidak ada kasus, tapi ditahun 2018 sebanyak 6 kasus, 3 diantaranya sudah selesai, sisanya dalam proses penyidikan," pungkas Kapolres Gugun 
[SR].
Bagikan:
KOMENTAR