Melihat Madrasah-nya Dibobol Maling, Afri Bak Disambar Petir di Pagi Hari


author photo

1 Jan 2019 - 01.14 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ Seperti biasa, setiap pukul 05:00 Afri Yandani (30) telah beranjak dari ranjang empuknya dan bersiap siap melakukan rutinitas yang telah menanti setiap harinya. 

Afri, sapaan akrab pria yang mempunyai postur tubuh jangkung tersebut, memulai rutinitasnya dengan melaksanakan shalat subuh berjamah di Mushala yang berjarak kurang lebih 200 meter dari rumahnya, di Dusun Sejahtera Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru. 

Ayah dua anak adalah berprofesi sebagai Guru disalah satu madrasah di Kabupaten Aceh Tamiang, yaitu Madrasah Tsanawiyah Al Ikhlas Tanah Terban, di jalan lintas provinsi Medan - B.Aceh, tepatnya di Kecamatan Karang Baru, Desa Tanah Terban. 

Selain tenaga pengajar, Afri diberikan tugas tambahan oleh Kepala Madrasah untuk membuka dan menutup Madrasah, serta membersihkan Madrasah usai aktifitas kegiatan belajar mengajar selesai. 

Pagi itu, Senin 31/12/2018, Apri sudah tiba di Madrasah pada pukul 06:30 untuk melakukan tugas rutin mematikan lampu pada Madrasah tersebut, meskipun pada hari itu Madrasah sedang libur semester ganjil, akan tetapi tugas Apri tetap. 

Setelah tiba, ia pun memarkirkan sepeda motornya ditempat parkir, kemudian mengambil kunci Kantor Madrasah dari dalam bagasi dibawah jok sepeda motornya. Pintu kantor pun dibuka kemudian ia mematikan lampu dalam ruangan serta luar ruangan. 

Setelah itu, ia pun menutup dan mengunci kembali ruangan tersebut, kemudian dia melanjutkan langkahnya untuk menuju keruangan Lab yang biasa digunakan untuk kegiatan Ujian Akhir Nasional (UAN), dan pada tahun ini ruang tersebut masih akan digunakan kembali untuk UNBK, UAS, UAMBN siswa/i Madrasah Tsanawiyah dan juga Madrasah Aliyah. Sebab Yayasan dimana tempat Apri mengajar mempunyai Dua Madrasah, Tsanawiyah dan Aliyah, jadi jika Ujian Nasional Lab itu digunakan oleh kedua Madrasah tersebut. 

Alangkah terkejutnya Afri setelah sampai didepan ruangan itu, melihat kondisi kunci pintu ruangan tersebut dalam keadaan rusak, dan pintunya sudah tidak rapat. Dalam keadaan panik dan rasa takut, ia pun segera memeriksa dan memastikan apakah ada yang hilang. 

Bak disambar petir di pagi hari, ketika ia masuk dan melihat barang - barang yang didalam sudah tidak ada lagi, alias lenyap bin raib. CPU Server, CPU komputer, monitor komputer, keyboard komputer, dan mouse yang biasa berada didalam ruangan itu hilang semuanya. 

"ketika saya datang untuk mematikan lampu ruangan Lab tersebut, saya begitu terkejut ketika melihat keadaan kunci pintunya rusak, cepat - cepat saya periksa, untuk memastikannya, ternyata semua perangkat elektronik yang ada didalam yang akan digunakan untuk ujian siswa sudah hilang semuanya," ungkapnya 

Mendapatkan hal seperti itu, Afri langsung menelphone Kepala Madrasah dan mengatakan perihal kejadian yang dilihatnya. "Kemudian saya langsung menelepon Kepala Madrasah bahwa sekolah telah dibobol pencuri, dan mengambil semua barang yang ada diruang Lab ujian," katanya lagi

Tak berselang begitu lama, Kepala Sekolah pun tiba di Madrasah usai mendapat telepon dari anak buahnya, Afri pun langsung menceritakan kembali perihal yang dilihatnya kepada kepala madrasah, setelah itu mereka pun bersama - sama melihat ruangan yang sudah kosong tersebut. 
"dapat kabar dari Afri, saya langsung saja buru-buru datang, ternyata benar apa yang dikatakan-nya lewat telepon tadi, setelah saya cek," Kata Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Ikhlas Tanah Terban, Fauziah Syahruddin, S. Ag

Setelah itu, tambahnya lagi, saya langsung melaporkan kejadian ini kepada ketua Yayasan dan juga Datok Penghulu (red-Kepala Desa), Desa Tanah Terban. 

"saya telah laporkan kejadian ini ke Polsek Karang Baru, setelah mendapatkan masukan dari Datok penghulu, sebab sebelumnya, Datok Penghulu juga sudah mencoba menghubungi Bhabinkabtimas via telepon, akan tetapi nomernya tidak aktif," katanya kepada Radaraceh.com ketika dikonfirmasi perihal kejadian tersebut 

Alhamdulillah, tambah Fauziah, pihak kepolisian dari Polsek Karang Baru langsung merespon cepat laporan kami, mereka langsung turun kelokasi (Madrasah) guna melakukan pemeriksaan di tempat kejadian. 

Akibat kejadian tersebut, pihak Madrasah mengalami kerugian hampir mencapai Rp, 30 juta, dari perangkat elektronik yang hilang tersebut, antara lain, satu unit monitor komputer LED merk LG, dua unit CPU komputer (server induk dan cadangan) merk armageddon microton berwarna putih, satu unit keyboard merk logitech type k120, dan unit mouse merk logitech. 

Mudah-mudahan pihak kepolisian dapat segera memburu dan menangkap pelaku pencurian pada Madrasah kami, karena kejadian ini, kami sangat sedih, apalagi ujian nasional hanya tinggal beberapa bulan lagi, dengan kondisi seperti ini kami harus memulai lagi dari awal dan juga harus mempersiapkan kembali perangkat yang telah hilang, dan itu tidak dengan uang yang sedikit, apalagi madrasah kami ini madrasah kecil, harap Fauziah 

Kami begitu sangat terpukul sekali, dan kami sangat berharap sekali kepada pihak kepolisian untuk segera menindak lanjuti kasus ini, agar pelakunya segera ditangkap. Tutupnya sembari berharap kembali kepada Kepolisian. [] zul
Bagikan:
KOMENTAR