Kepala MIN 47 Bireuen Nurhayati Mendapat Piagam Penghargaan dari Presiden RI


author photo

3 Jan 2019 - 21.13 WIB


RADAR ACEH | Bireuen-  Kepala MIN 47 Bireuen bersama sejumlah Kepala Madrasah dan guru di lingkup Kemenag Bireuen, menerima piagam penghargaan SatyaLancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo, Kamis (3/1/2018).

Piagam, Gelar, Tanda Jasa  dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Bireuen Dr. Muzakkar Agani, SH, M.Si kepada Nurhayati, S.Ag atas jasa dan pengabdian mencerdaskan generasi anak bangsa untuk masa bakti 20 tahun di kalangan Kementrian Agama (Kemenag), dihalaman Pendopo Bupati setempat.

Selain Nurhayati, S.Ag yang juga Kepala MIN Desa Alue Punjot Kecamatan Kutablang (sekarang MIN 47 Bireuen), rekan sejawatnya Drs Fauzi Ibrahim Kepala MIN 4 Bireuen dan Nafsiah, S.Ag guru MIN 7 Bireuen juga mendapat penghargaan serupa dalam upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-73 Kementerian Agama.

Dihadapan seribuan para pegawai dan siswa siswi madrasah berbagai jenjang di jajaran Kemenag Bireuen tersebut, Wabup Muzakkar juga menyerahkan penghargaan kepada Abdullah Ali, S.Ag, M.Pd Kepala MAN 5 Bireuen dan Anwar, S.Si, M.Pd Kepala MAN 2 Bireuen sebagai guru berprestasi.

Sementara untuk Purna Bakti, bingkisan diserahkan kepada Zubaidah dari KUA Peusangan Siblah Krueng, Badiah A Wahab pengawas madrasah, dan Ramlah Kaur Tata Usaha MTsN 11 Bireuen. 

Wakil Bupati Bireuen, selaku Inspektur upacara yang membaca amanat Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, menyebutkan, Pemerintah melalui peran dan fungsi Kementerian Agama hadir memberikan pelayanan keagamaan bagi semua umat beragama.

Ada enam sasaran strategis yang diprioritaskan tahun 2019 yakni, meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, kualitas pelayanan keagamaan, akses layanan pendidikan, mutu pendidikan agama, serta peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama.

"Enam sasaran prioritas tersebut, nantinya  harus tercermin dalam program kerja pusat dan di daerah, dan perlu disuarakan di ruang-ruang publik," sebut Muzakkar.

Dikatakannya, Menteri Agama memohon perhatian semua elemen umat beragama, para ulama dan tokoh agama, serta jajaran Kementerian Agama terhadap urgensinya ketahanan keluarga sebagai basis ketahanan bangsa. 

Wabub berharap, "Agar program bimbingan perkawinan dan konseling keluarga dapat dijalankan secara lebih masif yang bekerjasama dengan organisasi mitra Kementerian Agama serta dengan ormas keagamaan lainnya," pinta orang nomor dua di Kabupaten Bireuen itu.

"Hal ini perlu dilakukan secara terus menerus, yakni pembinaan ketahanan keluarga, sebab belakangan ini dilihat tingginya angka perceraian, perkawinan usia dini, kekerasan dalam rumah tangga, dan itu merupakan ancaman kerapuhan ketahanan keluarga," pungkas Muzakkar. [SR]
Bagikan:
KOMENTAR