Dua Pelaku Diduga Penambang Liar Diamankan Polres Bireuen dan 1 Unit Beco Disita


author photo

16 Jan 2019 - 22.55 WIB


RADAR ACEH | Bireuen-  Tim Opsnal Sat Reskrim yang dipimpin Kasat dan KBO Satreskrim Polres Bireuen telah mengamankan 2 (dua) diduga pelaku tindak pidana pertambangan tanpa izin.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan, SIK, M.Si melalui Kasatreskrim Iptu Eko Rendi Oktama, SH kepada media Rabu (16/1) menyebutkan, "Penangkapan terhadap pelaku dilakukan di dusun Cot Girek Desa Matang Sagoe Kecamatan Peusangan pada Senin (14/1/2019) sekira pukul 18.00 WIB, mereka diduga melanggar pasal 158 dari undang-undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara," ujarnya.

Lanjut Eko, adapun dari kedua pelaku tersebut, yakni Irwan Effendi Bin Ibrahim (46), wiraswasta, warga Matang Sagoe Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen, dan Muzmal (19) selaku operator alat berat, wiraswasta, alamat Desa Paya Cut Kecamatan Peusangan, Bireuen, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 1 (satu) unit alat berat excavator (beco) merek Hitachi-EX200 warna orange
dan 1 (satu) lembar kertas catatan mobil keluar (truk angkut tanah-red)," jelas Eko Rendi.

Kronologis penangkapan, sambung Eko, "pada Senin (14/1/2019), sekira pukul 18.00 WIB, Tim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di TKP terdapat kegiatan penambangan tanpa izin, selanjutnya tim mengecek ke TKP dan setelah tiba di lokasi, tim melihat ada 1 (satu) unit alat berat jenis excavator (beco) sedang bekerja mengambil tanah di lahan perbukitan. 

Lalu, tim bertemu dengan pemilik usaha, yakni Irwan Efendi, setelah melakukan interogasi terkait kegiatan penambangan tersebut, ternyata tidak dilengkapi dengan izin yang dikeluarkan pemerintah.

Setelah itu, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Bireuen untuk penyidikan lebih lanjut," tutup Eko Rendi. [SR]
Bagikan:
KOMENTAR