Aset PT AAF Telah Menjadi Milik PT PIM


author photo

19 Jan 2019 - 18.19 WIB


Radar Aceh. Aceh Utara. Aset PT Pupuk Asean Aceh Fertilizer (AAF) yang berlokasi di Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara Aceh Utara berupa pabrik, perkantoran, sebahagian perumahan karyawan dan fasilitas umum termasuk pelabuhan  kini telah menjadi milik PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) terhitung akhir Desember 2018 lalu. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT PIM, Husni Achmad Zaki saat dihubungi, Sabtu (19/1).

Pantauan Media ini ke Kompleks Perumahan Karyawan PT AAF, Jumat kemaren memang terlihat mulai pintu gerbang masuk hingga sejumlah kantor dan rumah baik yang masih untuh maupun yang sudah hancur atau terbakar sudah diberi tanda dengan tulisan "Tanah dan Bangunan ini Milik PT PIM". "Ya, memang, namun tidak semua rumah hanya sekitar 100 san unit yang diambil PT PIM lainnnya telah duluan dijual oleh Tim Likuidator", sebutnya.

Husni Achmad Zaki yang mengaku sedang berada di Banda Aceh dalam rangka konsultasi dengan Pemereintah Aceh tentang pengambil alihan aset PT AAF memberitahukan kalau pemerintah Aceh sangat mendukung dan memberi support penuh hingga bisa berjalan sesuai yang telah direncanakan.

Dijelaskan, AAF yang didirikan melalui saham negara-negara ASEAN, yang telah berhenti beroperasi sejak akhir tahun 2013 lalu telah diselesaikan oleh Pemerintah Indonesia. "Sekarang PT AAF telah menjadi milik PT PIM dibawah holding Pupuk Indonesia," ujar Husni Achmad Zaki.

Dia menambahkan, pihaknya kini sedang menyusun program dan langkah kedepan apa saja industri yang akan dikembangkan baik di areal pabrik maupun perumahan karyawan terrmasuk merenovasi unit urea dan segera mengoperasikan pabrik HO2. Kaitan dengan pelabuhan yang saat ini telah dimanfaatkan kalangan nelayan akan segera direlokasi ketempat lain.

"Semua ini kita akan lakukan konsultasi dan musyawarah baik dengan Muspida Aceh Utara maupun Muspika Dewantara seraya meninta dukungan dari semua elemen masyarakat hingga semua rencana ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan", sebut Husni Achmad Zaki dalam nada optimis.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Aceh Utara yang diminta tanggapannya kaitan dengan apa yang telah dilakukan Direksi PT PIM terhadap aset PT AAF semua mendukung. "Kami sangat mendukung dari pada terlantar begitu", ujar mantan Sekda Aceh Utara, Marzuki Abdullah. Bahkan HM Yasin Ishak, Mukim Krueng Geukueh mengaku akan mengerahkan pemuda lingkungan untuk membersihkan semua areal yang sekarang ditumbuhi semak belukar. (UCR)

 
Bagikan:
KOMENTAR