Upacara Pengibaran Bendera Aceh Dalam Milad Gerakan Aceh Merdeka, Herman Giok: Bangsa Aceh Berhak Mengibarkan


author photo

4 Des 2018 - 18.59 WIB


RadarAceh.com --- Lhokseumawe, Sejumlah Peserta Upacara yang mengklaim mewakili Bangsa Aceh di Wilayah Pase tampak menyelenggarakan upacara pengibaran bendera bulan bintang yang dianggap sebagai bendera Bangsa Aceh. Dan bangsa Aceh Berhak mengibarkannya, kata Herman Giok Perwakilan Bangsa Aceh.

Pelaksanaan upacara dilaksanakan setelah melakukan do'a bersama lalu menuju ke pelataran mesjid Gampong Meunasah Manyang Kandang yang berlangsung secara hikmad, Selasa 04/12/2018. 

Ketua Fraksi PA Bansigom Aceh, Yasir mengatakan, diperingati Milad GAM kali ini sebagai bentuk penghormatan menjunjung tinggi jasa jasa para Syuhada yang telah berjuang untuk Aceh, dan mendesak pemerintah Republik indonesia agar tidak selalu diilegalkan masalah kewenangan Aceh, kata Yasir. 

Yasir juga menyinggung persoalan perjanjian damai itu terjadi antara dua belah pihak, yaitu antara Gerakan Aceh Merdeka(GAM) dan Pihak Republik Indonesia. 

Upacara pengibaran Bendera Bulan Bintang pada hari ini tepatnya 4 Desember 2018, menurut Yasir adalah sebagai wujud harkat martabat Aceh yang telah di perjuangkan dari masa 1976 pertama kali dideklarasikan oleh  Almarhum Wali Nanggroe yang mulia Teungku Chik Muhammad HasanTiro di Gunung Halimon. Dan sampai sekarang tetap mempertahankan harkat martabat Aceh," ujar Yasir saat di wawancara sejumlah wartawan.

Yasir menegaskan bahwa DPRAceh sudah mengesahkan Qanun bendera,  namun Republik Indonesia yang masih mempertahankan untuk tidak mengesahkan Qanun Bendera Aceh. Kedepan harapannya Republik Indonesia benar benar menghormati kesepakatan bersama yang telah dibangun dengan Gerakan Aceh Merdeka(GAM) yang dituangkan dalam MoU Helsinki,"Tegas Yasir.

Upacara Pengibaran Bendera Bulan Bintang juga sebagai bukti bahwa bangsa Aceh sangat antusias untuk mengikuti upacara pengibaran Bendera Bulan Bintang yang sudah dianggap sebagai bendera bangsa Aceh, dalam hal ini juga mendesak, agar semua butir butir perjanjian damai dalam MoU Helsinki segera diselesaikan. Supaya Jangan mengkambing hitamkan Aceh lagi, dan itu mesti dipahami oleh Pemerintah Republik Indonesia, tegas Yasir.(MK)
Bagikan:
KOMENTAR