Sukses Mubes MUNA di Banda Aceh, Abu Paya Pasi Terpilih Sebagai Ketua Umum MUNA


author photo

1 Des 2018 - 10.37 WIB


Aceh --- Sepulang Umroh tanggal 27 November 2018, Senator Aceh DPD RI yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan keislaman di Aceh langsung menfasilitasi pelaksanaan Musyarawah Besar (Mubes) Musyawarah Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) di Hotel Grand Nanggroe 28-30 Nopember 2018.

"Alhamdulillah acara berlangsung sukses dan Abu Paya Pasi terpilih sebagai Ketua Umum (Rais Am) MUNA," jelas Fachrul Razi.

Dalam Mubes MUNA ke 3, Abu Paya Pasi atau Tgk Muhammad Ali, Pimpinan Dayah Bustanul Huda terpilih sebagai ketua umum (Rais Am) MUNA Pusat, sementara ketua Harian adalah Tgk Ali Basyah Aceh Timur dan Sekretaris Tgk Sofyan.

Dalam pembukaan Mubes MUNA tanggal 28 November malam, Ketua Umum MUNA sebelumnya, Tgk Ali Basyah mengatakan bahwa kontribusi MUNA sangat besar selama ini, bahwa beberapa ulama ulama di MUNA memiliki kontribusi yang luar biasa terhadap Aceh. "Saya mengajak untuk mendoakan dan mengirimkan surat Alfatihah kepada Ulama di MUNA seperti almarhum Abuya Prof. Muhibuddin Waly dan ketua ketua MUNA lain yang telah meninggal dunia," jelas Tgk Ali.

Tgk Ali mengatakan bahwa salah satu kehadiran MUNA untuk menyelamatkan MoU Helsinki jangan seperti pengalaman peristiwa Ikrar Lamteh, maka awal tujuan maka lahir lah MUNA berdasarkan musyawarah ulama se Aceh.

Tgk Ali dalam sambutannya juga menjelaskan pentingnya kita mempertahankan Lembaga Wali Nanggroe. "Sejarah panjang, Aceh memiliki sultan, untuk menjaga Aceh karena tidak ada lagi sultan, maka ada nya Wali Nanggroe. Sejarah aceh yg perlu kita pikir dan berjuang untuk kita pertahankan sebagaimana berkembang dimasa lalu," jelas Tgk Ali.

Tgk Ali juga menjelaskan kesuksesan MUNA dalam menjaga akidah Ahlusunnah Waljamaah serta mengembalikan Mahzab Syafii dalam pelaksanaan beribadah di Aceh. "Tongkat mesjid baiturahman berkat perjuangan ulama dalam mengakkan ahlusunnah waljamaah, kembali diterapkan,
dimana kebiasaan itu hilang sejak 1953 di Aceh," jelas Tgk Ali.

Tgk Ali mengatakan bahwa banyak cita cita yang belum terakomodir dan selesai. ini perlu tanggung jawab kita bersama. Harapan tgk Ali, untuk terus memperjuangkan sejarah Aceh dan Islam sebagai agama Allah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPA Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Aburadak menjelaskan bahwa kehadiran MUNA untuk memperjuangkan kelanjutan dari perjuangan Wali Naggroe, "Ulama adalah tiang di Aceh. dan harus berada di depan. Komitmen perdamaian harus di jaga dan dan poin poin MoU Helsinki harus diselesaikan," jelas Aburadak.

Senator Aceh DPD RI H. Fachrul Razi, MIP yang turut hadir dan menfasilitasi Mubes MUNA ke 3 mengatakan pentingnya peningakatan peran Ulama di MUNA dalam rangka meningkatkan memperkuat dan menjaga penerapan akidah Ahlusunnah Waljamaah bermahzab Syafii di Aceh. "Indonesia saat ini mengalami liberalisasi pemikiran keIslaman, Islam Nusantara sudah muncul dan aliran komunisme baru juga telah muncul, posisi kita adalah menjaga Aceh agar tidak diracuni oleh aliran aliran lain untuk menghancurkan akidah ahlusunnah waljamaah bermahzab syafii," jelas Fachrul Razi.

Insya Allah dengan Mubes MUNA ke 3 kali ini sebagai momentum dalam kebangkitan umat Islam di Aceh dan penguatan kembali marwah Partai Aceh, demikian harap Fachrul Razi. Kegiatan ini ditutup pada tanggal 30 November oleh Wali Nanggroe Tengku Malik Machmud Alhaytar.(Rel)
Bagikan:
KOMENTAR