Senator Fachrul Razi: Alhamdulillah, Abu Paya Pasi terpilih sebagai Ketua MUNA


author photo

1 Des 2018 - 12.06 WIB


BANDA ACEH - Senator Aceh DPD RI H. Fachrul Razi, MIP yang menfasilitasi Musyawarah Besar (Mubes) ke - III Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) mengatakan bahwa acara Mubes MUNA yang berlangsung tanggal 28-30 November 2018 telah selesai dan alhamdulillah Abu Paya Pasi telah terpilih sebagai ketua umum (Rais Am) MUNA. Kegiatan ini ditutup oleh Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Machmud Alhaytar. Demikian disampaikan oleh Senator Fachrul Razi di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Jum'at (30/11/2018).

Dalam Mubes MUNA ke 3, Abu Paya Pasi atau Tgk Muhammad Ali, Pimpinan Dayah Bustanul Huda terpilih sebagai ketua umum (Rais Am) MUNA Pusat, sementara ketua Harian adalah Tgk Ali Basyah Aceh Timur dan Sekretaris Tgk Sofyan. Adapun Ketua Umum MUNA terpilih, Tgk Abu Paya Pasi dari hasil suara diperoleh sebanyak 41 suara, Ketua I MUNA oleh Tgk Ali Bayak Usman dengan perolehan sebanyak 37 suara.

Wali Nanggroe (WN) Aceh Teungku Malik Machmud Alhaytar menghimbau, para ulama yang bergabung dalam MUNA dapat lebih meningkatkan peran syiarnya demi menjaga syari'at islam di Aceh khususnya kepada kalangan masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Mubes ke - III MUNA yang juga selaku Sekjen MUNA, Tgk Sofyan Yusuf SPd MPd juga menambahkan, sangat terpentingan masukkan dalam hal Dinul Islam bagi kalangan masyarakat agar lebih memahami beradab dengan syariat islam agar terus ditegakkan.

"Layanan yang kita beri masukkan semua jajaran hingga Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Aceh termaksud salah satunya berkaitan nikah rujuk untuk pembinaan lebih tepat sasaran jalurnya KUA dan Mesjid agar dapat di sosialisasikan serta kerjasama membangun keluarga agar lebih baik kedepannya," ungkapnya. 

Senator Aceh DPD RI H. Fachrul Razi, MIP yang turut hadir dan menfasilitasi Mubes MUNA ke 3 mengatakan pentingnya peningakatan peran Ulama di MUNA dalam rangka meningkatkan memperkuat dan menjaga penerapan akidah Ahlusunnah Waljamaah bermahzab Syafii di Aceh. 

"Indonesia saat ini mengalami liberalisasi pemikiran keIslaman, Islam Nusantara sudah muncul dan aliran komunisme baru juga telah muncul, posisi kita adalah menjaga Aceh agar tidak diracuni oleh aliran aliran lain untuk menghancurkan akidah ahlusunnah waljamaah bermahzab syafii," jelas Fachrul Razi. (R)
Bagikan:
KOMENTAR