PT PIM Gelar Simulasi Kebocoran Gas Amonia


author photo

27 Des 2018 - 20.59 WIB


Dewantara, Radar Aceh.: PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara Aceh Utara, Kamis (27/12/2018) menggelar simulasi tanggap darurat penanganan kebocoran gas amonia. Kegiatan itu merupakan program tahunan perusahaan untuk  mengantisipasi dan menghindari jatuhnya korban baik terhadap masyarakat maupun karyawan sendiri.

Ketua Tim Tanggap Darurat PT PIM, Usman, dalam arahannya mengatakan, simulasi tanggap darurat diawali dengan menghidupkan sirine pabrik Tanda Keaadaan Darurat secara berulang. Simulai yang dilakukan dimulai di lokasi pabrik dengan melakukan evakuasi korban dari imbas bocor gas amoniak.

Usman yang didampingi Faisal, Staf Humas lebih lanjut menjelaskan, kegiatan simulasi ini adalah untuk mempraktekkan pedoman prosedur tetap (protap) tanggap darurat, apabila terjadi kebocoran ammonia dan sosialisasi tempat berkumpul Penanggulangan Bencana (asembly poin).

Dalam kegiatan yang dilakukan setiap tahun ini sebutnya, yaitu dengan menurunkan tim penangulangan keselamatan kerja, antara lain, tim pemadam kebakaran dan tim kesehatan, "Simulasi ini juga bertujuan untuk menguji seluruh tim yang ditugaskan agar cepat tangap apabila mengahadapi kondisi seperti ini, dan hasilnya hari ini berjalan dengan baik," pungkas Usman.

Kegiatan simulasi yang digelar PT PIM ini juga ikut melibatkan masyarakat, sebagai upaya edukasi kepada masyarakat dilingkungan perusahaan agar mareka bisa memahami ketika menghadapi kondisi kebocoran gas ammonia.

"Kita semua berharap kejadian imbas bocor gas ammonia yang memang sudah serring terjadi dan dengan simulasi ini kiranya bisa memberikan pembelajaran bagi kita semua baik karyawan maupun kepada masyarakat dilingkungan perusahaan," ucap Usman

Kaitan simulasi yang dilakukan PT PIM terhadap tanggap darurat bila terjadi kebocoran gas ammonia sejumlah tokoh masyarakat lingkungan yang diminta pendapatnya semua menilai sangat positif dan baik agar masyarakat Kecamatan Dewantara, Aceh Utara khususnya serta Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe yang merupakan kawasan industri satu satunya di Provinsi Aceh.

PT. Pupuk Iskandar Muda yang memproduksi amoniak dan pupuk urea diharapkan dapat terus berkiprah terutama untuk memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani. "Berlanjut dan terus berkembangnya PT PIM memang telah menjadi dambaan seluruh masyarakat Aceh", ujar HM Yasin Ishak, Mukim Krueng Geukueh.

Dia menambahkan, simulasi ini sangat penting bagi masyarakat ketika terjadinya mitigasi bencana yang terjadi sewaktu-waktu yang membuat keresahan bagi kehidupan masyarakat. Mengingat industri yang memproduksi amoniak, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya kebocoran amoniak.

Semua harus menyadari resiko yang terjadi akibat dari mitigasi bencana kebocoran amoniak, HM Yasin meminta PT PIM untuk selalu kesiapsiagaan sinergitas antara perusahaan dengan masyarakat. Pendekatan kualitatif dapat melalui tahap pengamatan, wawancara, dan pemanfaatan saran dan pendapat.

Fokusnya yaitu sinergitas itu tadi yaitu antisipasi bencana kebocoran amoniak. Program Simulasi Tanggap Darurat yang dipearagakn itu harus maksimal dalam segi antisipasi. PT. PIM juga diminta untuk melakukan sosialisasi terkait kebocoran amoniak dan bencana-bencana yang lain untuk keselamatan bersama. Demikian HM Yasin. (UCR)

Bagikan:
KOMENTAR