Plt Gampong Blang Rangkuluh Minta Pemerintah Bangun Kembali Waduk Paya Sikameh Peudada yang Jebol


author photo

15 Des 2018 - 12.01 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Kecamatan Peudada yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bireuen yang tiap akhir tahun dikala waktu tiba musim hujan, sering ditimpa oleh musibah bencana banjir bila intensitas curah hujan tinggi. 

Hal itu mengakibatkan air di Waduk Paya Sikameh sering meluap dan mengakibatkan Jebolnya tebing waduk disebelah barat dengan lebar 30 meter dan panjang 20 meter, dan banjir tersebut menimpa Gampong Blang Rangkuluh dan gampong Tanjong Seulamat kecamatan setempat.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Keuchiek Muhammad Abdullah, Gampong Blang Rangkuluh Kecamatan Peudada pada Jum'at, (14/12/2018) kepada awak media dilapangan pada lokasi jebolnya waduk Paya Sikameh Peudada.

Menurut Muhammad Abdullah (53 tahun) selaku Sekdes yang juga menjabat sebagai Plt Gampong Blang Rangkuluh, 23 rumah terendam oleh banjir, dikarenakan banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi dan jebolnya tebing Waduk di Payah Sikameh setelah pukul 13:30 Wib siang, hingga pukul 17:30 Wib hujan baru reda.

Sehingga akibat hujan selama kurang lebih 4 jam sangat deras dan meluapnya air di waduk dan terkikisnya tebing Waduk Paya Sikameh yang akhirnya tidak mampu menahan tekanan arus air hujan di waduk tersebut hingga tebing waduk disebelah barat Gampong Blang Rangkuluh hancur alias jebol," kata Sekdes setempat.

Akhirnya waduk tersebut jebol dan telah membanjiri Gampong Blang Rangkuluh dan Tanjong Seulamat, akses transportasinya lumpuh total kemarin sore hingga malamnya, pukul 05:00 WIB pagi air banjir sudah mulai surut secara berlahan hingga sore Jum'at.

Selain rusaknya tebing sebelah barat pada Waduk Paya Sikameh yang putus total dan hancur, saat pantauan dilapangan 2 unit  saluran pembagian arus aliran air pada pada pintu Waduk Paya Sikameh hancur total 100 meter bagian kiri dan kanan, begitu juga saluran  pembagian air kesawah juga rusak 1 meter, sekitar 300 meter sebelah barat tebing waduk yang jebol.

Sebut sejumlah warga Kecamatan Peudada, banjir yang kedua ini sangat parah dari 16 Desa dalam Kemukiman Blang Birah dan Pintoe Batee Serta Kemukiman Pucuk Alue Rheng terendam oleh banjir yang menimpa ratusan rumah warga, dikarenakan jebolnya Waduk Paya Sikameh hingga ke Desa Pulo Ara dan Gampong Ikue Alue serta airnya telah membanjiri Jalan Lintasan Nasional Banda-Medan, kemarin mobil yang melintas di jalan sempat macet total beberapa jam.

Dampak dari banjir akibat jebolnya tebing waduk tersebut, warga kami banyak sekali menerima kerugian dan barang dalam rumah terendam oleh banjir tanpa bisa diselamatkan, dari 23 rumah yang kena banjir cuma 5 rumah yang parah, yakni rumah milik Tgk Abubakar (63), rumah Ti Hafsah A.Gani (65), rumah M.Isa A.Gani (70 tahun), rumah milik Ismail Ibrahim(70) dan Azizah Hasem (55).

Plt Keuchiek Gampong Blang Rangkuluh juga menyampaikan hingga sore ini Jum'at (14/12) bantuan masa panik dari Pemkab Bireuen kami belum terima, bila adanya bantuan stok pangan seperti sembako, beras, roti, air mineral, Indomie, minyak goreng, telur, ikan asin, kain selimut atau kelambu diserahkan oleh dinas terkait, seperti Dinas Sosial kepada warganya masyarakat Blang Rangkuluh," sebut Muhammad Abdullah .

Selain itu fasilitas jalan usaha tani penghubung gampong Cot Pu'uek Blang Rangkuluh melalui Gampong Alue Sijuek rusak total, jarak 60 meter tidak bisa dilalui lagi oleh warga yang pergi ke sawah dalam beberapa hari kedepan bila tidak dibantu oleh beberapa alat berat untuk dibersihkan.

Dengan akan dialihkan lahan sawah tersebut, oleh masyarakat akan dijadikan sebagai lahan kebun tanaman muda lainnya selain padi. 

Sebagai alternatif untuk digunakan lahan sawah tersebut yang imbas banjir, tentu tidak memungkinkan lagi menanam padi, dikarenakan waduk penampung air di Paya Sikameh sudah jebol dan hancur total kemungkinan air pada waduk tersebut akan kering total tanpa bisa menampung stok air.

Jebolnya tebing waduk tersebut, tentu tidak dapat berfungsi lagi untuk mengairi air kesawah masyarakat yang sawahnya tadah hujan, hingga ke sawah masyarakat yang juga tadah hujan disebelah selatan dan utara jalan pinggiran lintasan Nasional Banda-Medan akan terancam gagal panen secara total.

Harapan kami pada Pemkab Bireuen dan DPRK Bireuen serta Gubernur bersama DPRA  bisa mengakomodir kebutuhan terdesak kami, supaya Waduk Paya Sikameh bisa dibangun kembali fisik seluruh tebing waduk secara permanen dan berkualitas guna mencegah terjadinya banjir luapan saat musim hujan.

Untuk anti terkikis yang bisa melongsorkan tebing Waduk Paya Sikameh sebagai stok air atau pembuang dan pembagian air disaluran sebelah utara, bisa diperbesar kembali pada saluran pengendalian air kesawah masyarakat Peudada yang sawahnya tadah hujan dan bisa desain ulang kembali perencanaan pembangunan fisik tersebut oleh dinas terkait pemerintah tanpa menimbulkan masalah dikemudian hari saban tahun. ",tutup Muhammad Abdullah  Plt Desa Blang Rangkukuh. [**]
Bagikan:
KOMENTAR