Kisruh Harta Warisan, Dua Warga Bandar Bireuen Ditangkap Polisi


author photo

1 Des 2018 - 20.52 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Jajaran Polres Bireuen telah mengamankan 2 (dua) orang laki-laki yang diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan dengan senjata tajam yang terjadi di depan warung nasi Rajafad di jalan Kolonel Husen Yusuf Desa Bandar Bireuen Kecamatan Kota Juang, Jum'at (30/11/2018) sekira pukul 16:30 WIB.

"Ada dua orang Pelaku yang telah kita amankan, diduga sudah melakukan penganiayaan terhadap korban Rafindra". Sebut Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan, S.IK, M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, SH kepada media ini. Sabtu (1/12/2018).

Dikatakan Iptu Eko, pelaku pertama bernama Sahrial, pekerjaan wiraswasta, dan pelaku kedua Rajesh, pelajar. Kedua pelaku beralamat sama, jalan Kolonel Husen Yusuf Desa Bandar Bireuen Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen.

Pada pelaku turut diamankan barang bukti, berupa 1 (satu) buah pisau sabit dan 1 (satu) buah pisau stainlis, mereka bersaudara ribut masalah harta warisan," ungkap Kasat Reskrim.

Adapun kronologis kejadian, dijelaskan Iptu Eko, berawal di depan warung nasi Rajafad yang beralamat di jalan Kolonel Husen Yusuf Desa Bandar Bireuen Kecamatan Kota Juang telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam yang dilakukan oleh Sarial Bin Gifinda Sami Cs dengan cara mengayunkan satu buah sabit kearah kepala atau dahi korban Rafindra Bin Gofinda Sami sebanyak satu kali yang mengakibatkan kepala atau dahi korban terluka.

Lanjutnya, pelaku Sarial secara bersama-sama melakukan penganiayaan dengan cara memukul muka atau wajah korban berulang kali yang mengakibatkan muka atau wajah korban memar dan kebiru biruan.

Kemudian anggota Polsek Kota Juang mengamankan pelaku dan berdasarkan bukti yang cukup sehingga ditetapkan menjadi tersangka.

"Pelaku Sarial terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan dan telah ditetapkan sebagai tersangka, sekarang telah ditempatkan di ruang tahanan Polsek Kota Juang," tutup Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, SH. [SR]
Bagikan:
KOMENTAR