Jokowi Sosialisasi Prioritas Dana Desa 2019 di Aceh, Musliadi Pendamping Desa asal Bireuen Minta Naik Gaji, ini Katanya


author photo

15 Des 2018 - 14.48 WIB


RADAR ACEH | Banda Aceh- Presiden Joko Widodo menghadiri acara Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019 di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Jum'at (14/12/2018) kemarin.

Biasanya presiden Jokowi membagikan sepeda kepada peserta yang berkesempatan dipanggil maju kepanggung, tapi kali ini berbeda.

Pantauan Radar Aceh, Jokowi yang hadir mengenakan kemeja putih berlengan panjang dan peci hitam yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Plt Gubernur Aceh Nova Irwansyah, Wali Nanggroe Malik Mahmud, 
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo. 

Ketika memasuki ke lokasi acara, Jokowi menyapa peserta yang terdiri dari unsur Keuchiek (Kepala Desa), Tuha Peut,  Pendamping Desa, Bumdes, Penyuluh Pertanian, dan lainnya yang nampak para peserta sempat berselfi ria dengan Jokowi. Sejumlah Bupati, Wali Kota dan anggota Dewan di Aceh juga turut hadir duduk di barisan belakang Presiden Joko Widodo.

Pada sambutannya, Presiden RI ke -7 itu, mengatakan, sampai saat ini pemerintah sudah mengucurkan ratusan triliun rupiah dana desa selama empat tahun, pada 2015 sebesar Rp 20,68 triliun, tahun 2016 Rp 46,98 triliun, dan tahun 2017-2018 masing-masing sebesar Rp 60 triliun, nanti tahun 2019 akan naik sebesar Rp. 70 triliun.

"Tahun depan akan kita naikkan jadi Rp 70 triliun," sebut Jokowi yang mendapat aplaus dari peserta yang memadati ruang acara tersebut.

Selanjutnya di sela-sela penyampaian sambutan selaku Presiden RI, Jokowi meminta seorang kepala desa dan seorang pendamping desa untuk naik ke panggung. Dia ingin mendengar curhat maupun keluh kesah mereka.

"Tapi jangan minta sepeda ya", kelakar Jokowi yang disambut tawa seluruh peserta.

Keuchiek (Kepala desa) yang berkesempatan maju, yakni, Samsuar dari Desa Bak Dilip, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar. Dihadapan presiden ia mengaku baru dua bulan lebih menjabat dan ingin mengabdi untuk desanya.

"Saya saat ini masih melanjutkan program kepala desa sebelumnya. Tahun depan rencananya ingin menggunakan dana desa fokus untuk pemberdayaan masyarakat," imbuh Samsuar yang mendapat aplaus dari Jokowi dan peserta.

Selain itu, Jokowi bertanya kepada Pendamping Desa yang bernama Musliadi, yang bertugas di Kecamatan Gandapura terkait keluh kesah nya sebagai pendamping.

Tanya Jokowi, "apa sulitnya mendampingi dana desa selama ini", dijawab Mus, "dibilang sulit tidak terlalu sulit, karena dana desa sudah ada aturannya dari pemerintah pusat seperti Permendes, Permendagri dan diback up dengan aturan kabupaten, yakni peraturan Bupati (Perbup).

Lanjut Mus, "tapi ada juga yang sulit, seperti dukungan finansial, kantor, kami harus nebeng di kantor Kecamatan. Bahkan ketika up date laporan bulanan dan turun ke desa, katanya biaya adm dan transpor sudah dimasukkan dalam gaji, ketika bulan kami keluarkan gaji, habis bulan habis gaji," celetuk Musliadi yang membuat gelak tawa peserta meledak dan presiden pun ikut tersenyum", Jujur, jujur, ini jujur kata Jokowi, terus apalagi tanyanya, 

Tambah Mus, "waktu kami turun ke desa apalagi di Gandapura jaraknya jauh", sahut Jokowi seberapa kilo jauh sih, saya terbang dari Banda Aceh ke Wamena gak jauh kok", beda pak, lebih jauh dari Bireuen ke Gandapura dari pada Bireuen ke Jakarta," jawab Mus yang membuat pecah gelak tawa peserta dan presiden pun sempat berdiam sejenak sambil tersenyum dan berujar, ya. ya tahu, pak Menteri mana pak Menteri (Jokowi menoleh ke arah Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjoyo) nanti di jawab ini pak Menteri, ya mestinya di tempat-tempat yang jauh, yang sulit diadakan perbedaan", ujar Jokowi disambut aplaus para pendamping desa dan dua ribuan peserta yang memadati gedung acara.

Setelah mendengar keluh kesah keduanya, Jokowi mempersilakan mereka turun kembali ke tempat duduk.

Sesaat kemudian Jokowi kembali melanjutkan sambutannya, Namun, setelah selesai, terdengar suara presiden kembali memanggil Musliadi dan Samsuar untuk kembali ke panggung dan berdiri tepat disampingnya.

Kata Jokowi, "Hari ini tidak bagi-bagi sepeda. Tapi ini ada foto," ujar Jokowi seraya menegaskan, "Ini yang namanya kerja cepat. Tadi difoto langsung jadi. Lebih berharga ini apa sepeda?" tanya Jokowi. 

Setelah menerima dua lembar foto yang ditempel pada sebuah album berlogo khas Istana Presiden, Musliadi yang akrab disapa Mus Arhan dan Kades Samsuar bersalaman dengan Jokowi. Keduanya hanya tersenyum bahagia tanpa menjawab pertanyaan presiden. [SR]
Bagikan:
KOMENTAR