Irwandi Dizalimi: Antara OTT, BPKS Sabang dan Sicupak Lada Ketakutan Jakarta


author photo

1 Des 2018 - 11.07 WIB


Radar Aceh.com -- Kasus Operasi Tangkap Tangan dan dilanjutkan dengan Kasus BPKS Sabang merupakan  celah masuk untuk dilakukannya pembunuhan Karakter kepada sosok Irwandi Yusuf yang merupakan Tokoh Intelektual Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Hal ini di ungkapkan Gubernur Aceh Non aktif Irwandi Yusuf kepada Amar yang merupakan salah satu orang kepercayaannya sebelum masuk ke ruang sidang, Senin (26/11/2018). 

Seperti kita ketahui , Aceh Marathon, DOKA Bener Meriah dan BPOS Sabang merupakan  pokok kasus yang di angkat KPK. Berikut penjelasan Langsung dari Gubernur Aceh Non Aktif yang sekarang berurusan dengan Lembaga Anti Rasuah Jakarta.

1.ACEH MARATON

Aceh Marathon adalah salah satu event dari event event  lainnya yang berskala internasional yang akan digelar di Aceh untuk memperlihatkan wajah ramah Aceh kepada dunia, sebab selama ini Aceh masih dipersepsikan tidak ramah dan mencekam. 

Untuk langkah awal, Program Aceh Marathon yang paling mungkin dilaksanakan tahun 2018 dan acaranya akan berlangsung pada tanggal 29 July. Tim inti perumus awal adalah Irwandi Yusuf, T. Saiful, Steffy Burase dan kawan kawan, Inilah bidan yang melahirkan Ide Aceh Marathon.  

Steffy bawa tim dari Jakarta ke Sabang beberapa kali dan dibiayai sendiri oleh Irwandi Yusuf  dan T. Saiful. Setelah survei beberapa kali, mereka menyusun RAB yang diserahkan kepada Kadispora. Rencana anggarannya dimasukkan pada tahun 2017 untuk APBA 2018. 

Ternyata pembahasan RAPBA tidak berjalan mulus. Ada usulan dari anggota dewan yang tidak dapat diakomodir. Pengesahan RAPBA tertunda. Ini memaksa Gubernur Aceh dibawah Pimpinan Irwandi Yusuf untuk mempergubkan RAPBA yang disetujui oleh Mendagri pada akhir April 2018. APBA terlambat dan belum bisa dicairkan. Bang wandi  merogoh kocek lagi, T. Saiful pun demikian. Steffy Burase juga terpaksa menggunakan uang tabungannya. Mata rantai Aceh Marathon tidak boleh terhenti sebab tanggal pelaksanaan telah ditetapkan. Irwandi  tidak merasa keberatan mengeluarkan duit pribadinya, karena itu rezeki dari Allah. Yang penting acaranya bisa berlangsung tgl 29 Juli 2018. 

2. DOKA BENER MERIAH

DOKA Bener Meriah - Irwandi benar benar tidak tau masalah ini.  Dia  tidak pernah menyuruh siapapun untuk cari uang dan tidak pernah mengizinkan siapapun, juga tidak pernah dapat laporan. {tunggu persidangan para saksi nanti kita akan tau faktanya}.   

Rupanya, orang seputaran Irwandi main proyek. Orang yang tidak punya urusan dengan dia pun main proyek. Ada juga dari instansi instansi  vertikal yang main proyek juga. 

Hendri dan T. Saiful diam diam  garap proyek. Terkonek ke Ahmady via ajudan. Tapi Ahmady ketika kadang2 ketemu Irwandj  tidak pernah menyinggung masalah ini.  

Mereka dapat uang, T. Saiful menggunakannya untuk menalangi Aceh Marathon yang belum turun dananya sepeser pun dari Pemda. 

Ketika sedang mengisahkan hal sebenarnya ini. Irwandi  sempat  bersumpah Demi Allah tidak tau bahwa T. Saiful mengirim uang untuk egiatan Aceh Marathon dari uang fee proyek.  Steffy juga tidak tau dari mana sumber duit itu.  Yang Kak Steffy tau selama ini duit dari T. Saiful adalah duit pribadinya. 

Tapi, JPU mendakwa BW terima uang fee melalui Hendri, T. Saiful dan Kak Steffy. Padahal Irwandi tidak tahu menahu. 

Ketika di-OTT pun Irwandi  tidak tahu itu OTT karena orang KPK mengatakan ada yang perlu dibicarakan. 

2. Hal yang sama juga terjadi dalam lingkaran Tiyong, Raja Preman, Nizarli, Erdiansyah Rahmi. Menurut JPU meteka main uang. BW juga sama sekali tidak tau. JPU mendakwa uang yang terkumpul dalam rekening Erdiansyah adalah untuk BW. Mereka mendakwa seenaknya. 

3.  KASUS BPKS DERMAGA SABANG

Kasu BPKS Sabang ini lebih biadap lagi, sebut Bang Irwandi karena sudah pernah diperiksa dulu waktu menjelang mencalonkan diri sebagai Cagub. 

Dalam fakta persidangan para terdakwa Proyek BPKS ini memang ada ditemukan catatan pengeluaran uang seperti ini:   IZIL AZHAR/ NAD1. Tetapi ketika di-cross check kepada yang mengeluarkan uang apakah uang tersebut pernah diberikan kepada Gubernur. Mereka semua menjawab TIDAK PERNAH.  Mereka memberinya kepada Izil Azhar atau Ayah Merin.  Mamad (anak Alm. Let Bugeh) mengatakan di depan sidang pengadilan terdahulu bahwa uang yang diberikan ke Ayah Merin adalah JATAH GAM atau Pajak Nanggroe.  

Penyidik KPK tanpa meneriksa Ayah Merin terlebih dahulu untuk bertanya apakah benar atau tidak benar uang tersebut ada disampaikan untuk Irwandj, langsung menetapkan Irwandi sebagai tersangka.  Ini cacat hukum juga, Zalim. JPU mengatakan itu uang untuk Irwandi.


Fakta lainnya yang tidak disukai Jakarta tentang Irwandi Yusuf.

1. Irwandi Gubernur yang sukses periode 2007-2012. SBY tidak suka ini sehingga dalam pilkada 2012 SBY menunda nunda  pilkada beberapa kali utk melemahkan Irwandi. 

2. Irwandi  mempunyai latar belakang GAM intelektual. 

3. Irwandi  mempunyai relasi dan reputasi internasional yang baik. Irwandi mengenal beberapa kepala negara. 

4. Pada Bulan Oktoner 2017 Lalu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengadakan pertemuan dengan Wakil Perdana Mentri Turki di Banda Aceh. Terjadi pengulangan kisah LADA SICUPAK (Meriam Lada Dicupak) masa Endatu. Irwandi menyerahkan secupak lada ke dalam tangan Wakil PM Turki yang dibungkus dengan kain kuning untuk disampaikan kepada Presiden Erdogan. Intel melaporkan ke Jakarta bahwa langkah irwandi berbahaya bagi keutuhan NKRI.

5. Terjadi perselisihan antara Irwandi dengan oknum Satgas BIN yang bernama Sri Rajasa yang memaksa kehendak agar perusahan Toke Makmur Tenaga Inti dimenangkan dalam tender proyek Balohan. Irwandi tidak ikut campur dalam masalah ini, tapi Sri Rajasa ngotot. Akhirnya Irwandi  melaporkan Sri Rajasa kepada Waka BIN, waktu itu Let Jen Teddy. Lalu Sri Rajasa dibebastugaskan dari Aceh. Dia pulang ke Jakarta dengan dendam membara kepada Irwandi dan berjanji akan balas dendam.  

Sewaktu BW dipanggil menghadap Waka BIN beliau bilang ke Irwandi  bahwa menurut penuturan Sri Rajasa, Toke Makmur adalah pengusah titipan Pimpinan.  (Isi kutipan ini di ambil dari facebook Pribadi Irwandi Yusuf yang sekarang di kelola oleh Amar)
Bagikan:
KOMENTAR