Geuchik Gampong Reudeup Kecewa Terhadap Pihak Luar Yang Menyudutkan Mifa


author photo

25 Des 2018 - 14.16 WIB


Aceh --- Geuchik Gampong Reudeup, Budiman yang juga merupakan salah satu tokoh besar masyarakat di sekitar Wilayah Operasional Mifa kecewa terhadap adanya provokasi dari pihak-pihak luar dari berbagai lembaga yang berusaha menyudutkan PT Mifa dengan memainkan isu bahwa kehadiran Mifa sangat mengganggu lingkungan dan tidak memiliki kontribusi terhadap masyarakat selama beroperasi. 
 
"Kami sangat kecewa ada pihak luar dan lembaga yang menyatakan bahwa kehadiran Mifa itu tidak memberikan kontribusi terhadap masyarakat, itu semua tidak benar adanya. Kami sebagai masyarakat telah merasakan dampak positif dari hadirnya PT Mifa di wilayah Kami dan sudah pantas Mifa mendapatkan banyak penghargaan atas pengelolaan CSR nya", Tegas Budiman
 
Lebih lanjut, Budiman dengan tegas menyatakan siap untuk memberikan keterangan kepada siapapun dan menunjukkan bukti secara langsung kontribusi Mifa terhadap masyarakat dan bukti kepedulian Mifa yang komit untuk tidak merusak lingkungan sehingga masyarakat luas tau sebenarnya tentang keberadaan Mifa di Wilayah kami yang memberikan banyak manfaat bukan malah merugikan rakyat.

"Selama ini kami masyarakat selalu berkoordinasi dengan perusahaan, dan kami bisa menyelesaikan apapun secara kekeluargaan tanpa perlu ada pihak luar yang memanfaatkan keadaan untuk kepentingannya", Ungkap Budiman.

Selain itu, menjawab seluruh pertanyaan dan berita yang beredar selama ini, Direktur Utama PT Mifa Bersaudara Slamet Haryadi menegaskan kembali bahwa PT Mifa selama ini selalu komit memberikan kontribusi dalam mewujudkan pembangunan wilayah yang berkesinambungan kepada negara dan provinsi setiap tahunnya melalui kewajiban royalti berdasarkan PP. No. 9 Tahun 2012, Kewajiban Perpajakan, dan Kontribusi Sumbangan Pembangunan Daerah Provinsi dan Kabupaten yang bersifat tidak wajib, serta Penempatan Dana CSR.

"Pada intinya PT Mifa mempunyai niat serius untuk berkontribusi dan terlibat dalam pembangunan daerah secara jangka panjang di Aceh Barat ini melalui penyerapan tenaga kerja putra-putri Aceh, memberi sumbangan pembangunan daerah baik Kabupaten dan Provinsi, CSR, dan Royalti sehingga dapat bertumbuh bersama masyarakat serta membangun hubungan baik positif yang saling menghargai dengan seluruh stakeholder", ujar Slamet.(Rel)
Bagikan:
KOMENTAR