FPI Aceh Dukung Penuh Tes Baca Al Qur'an Untuk Capres dan Wapres


author photo

31 Des 2018 - 22.41 WIB


Aceh --- Menyikapi polimik yang sedang berkembang, tentang undangan yang dilayangkan kepada capres untuk tes baca al qur'an. Kami pada prisipnya sangat mendukung agar semua ummat Islam bisa baca Al Qur'an, tetapi untuk menentukan seseorang itu kuat Islamnya atau tidak bukan pada bisa atau tidaknya membaca al qur'an, karena banyak orang kafir yang bisa baca al qur'an Seperti Abu Lahab dia bisa baca al qur'an tetapi abu lahab tidak beriman kepada Allah, begitu pula Snoch hugronye dia bisa baca al qur'an bahkan hafal al quran serta hadist, sehingga banyak ummat Islam yang tertipu dengan kehebatan ilmunya, tetapi nyatanya snoch hugronye bukan Islam, bahkan tugasnya untuk menghancurkan Islam, Senin (31/12).

Maka untuk menilai seseorang lebih bagus agamanya tidak cuma pada fasih membaca al qur'an, tetapi masih banyak hal yang perlu di nilai, untuk apa orang bisa baca al qur'an tetapi al quran sekedar untuk dipertontonkan bukan dijadikan tuntunan.

Menurut kami yang perlu dinilai seberapa cintanya orang kepada Islam dan Al Qur'an , marahkah dia dikala al quran dihina oleh kafir semacam ahok, kemana orang itu dikala al quran dihina ..? 

Kemana orang itu dikala kalimah tauhid dihina..? 

Kemana orang itu dikala banyak ulama dan habaib dihina...? 

Kemana orang itu dikala banyak kiai dituduh radikal..? 

Kemana orang itu dikala masjid dibakar di tolikara..? 

Kemana orang itu dikala azan dihina oleh sukmawati...? 

Kemana orang itu dikala Ribka ciptaning unjuk gigi menulis buku " aku bangga jadi anak PKI dan anak PKI masuk parlemen"  ..? 

Kemana orang itu dikala itu dikala victor lascodat menghina Islam...? 

Banyak sekali penghinaan terhadap Islam yang menyakiti hati ummat Islam tetapi Rezim diam pura pura tidak tau, maka dari situ dapat di nilai apakah orang itu ada sedikit rasa cinta kepada Islam..?

Maka atas dasar inilah Ulama berijtima'  untuk membentuk MPUI -I dan  menentukan dukungan kepada Capres yang menurut ijtihad Ulama yang berijtima' agar lebih kecil mudharratnya bagi Islam. Jadi jangan ada pihak yang menghujat Ulama dan para Habaib yang berijtima' dengan berbagai hujatan dan berbagai tuduhan, karena para Ulama yang beijtima' bukan ulama bayaran tetapi ulam yang muhkis lillahi ta'ala.

Kami sangat mendukung upaya ikatan daii Aceh, tetapi jangan untuk menentukan kuat atau tidak keIslaman seseorang, dan tidak juga untuk menentukan shaleh atau tidak seseorang,"paparnya.

Dan hendaknya kita sama sama kedepan kalau memungkinkan kita desak KPU pusat untuk membuat syarat calon semua pemimpin untuk bisa baca al qur'an agar generasi kita gemar belajar al qur'an, itu saja,"tutupnya (Rel).
Bagikan:
KOMENTAR