Dugaan Penipuan Capai 1 Milliar, Wanita asal Peudada Bireuen Dibekuk Polisi


author photo

3 Des 2018 - 00.56 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Personil Opsnal Sat Reskrim Polres Bireuen melakukan penangkapan terhadap seorang perempuan, pada Sabtu (1/12/2018) sekira pukul 22.00 WIB bertempat di Desa Hagu Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen.

Penangkapan terhadap pelaku Y Binti Is (42), ibu rumah tangga yang beralamat Desa Hagu Kecamatan Peudada tersebut berdasarkan laporan polisi, keterangan awal dari sejumlah saksi serta bukti petunjuk, yang di duga keras telah melakukan Tindak Pidana Penipuan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHPidana.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan, SIK.,M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH, kepada wartawan, Minggu (2/12/2018). 

Dikatakannya, "terlapor berinisial Y Binti Is (42) ibu rumah tangga, diduga telah melakukan Tindak Pidana penipuan terhadap pelapor, yakni, Zainabah Binti Abdullah Basyah (42), guru, Rahmi Binti H.Abdullah Yusuf (37), bidan, dan Idarwati Binti Abdullah Yusuf (40), karyawan BUMD, semuanya adalah warga Desa Hagu Kecamatan Peudada.

"Penipuan yang diduga dilakukan pelaku  dengan cara meminta bantu pada para pelapor untuk dipinjamkan sejumlah uang dan emas murni, yang dipinjamnya secara bertahap dan uang yang dipinjamkan tersebut kepada terlapor dengan jumlah yang bervariasi," sebut Iptu Eko.

Lanjutnya, uang yang dipinjam oleh terlapor Y pada Zainabah sudah mencapai Rp.25 juta dan emas murni sebanyak 15 mayam.

Lalu, uang yang dipinjam pada Rahmi sejumlah Rp739 juta dan emas murni sebanyak 155,5 mayam. Sementara pada Idarwati uang sebanyak Rp75 juta dan 54 mayam emas murni.

Tambah Eko, "Dalam hal ini pelaku menjanjikan pada masing-masing pelapor, setiap musim panen tiba akan diberikan sejumlah keuntungan dan dijanjikan akan membuka usaha Kilang Padi. Dari hasil kilang tersebut, terlapor Y akan memberikan keuntungan pada ketiga pelapor. Namun sejak pelaku meminjam uang dan emas murni tersebut, para pelapor tidak pernah menerima keuntungan yang dijanjikan pelaku," jelas Eko.

"Jika ada korban lain yang merasa ditipu oleh pelaku, boleh melaporkan kepada polisi," harap Kasat Reskrim. [SR[
Bagikan:
KOMENTAR